Lolosnya Tim Dosen PLS UNESA dalam Meraih Pendanaan Penelitian dan PKM Dana Non-APBN Skema Kompetitif Tahun 2026
Pls.unesa.ac.id | 12/03/2026
Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya kembali mencatatkan capaian yang membanggakan melalui keberhasilan sejumlah dosennya dalam memperoleh pendanaan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) pada skema kompetitif Dana Non-APBN Universitas Negeri Surabaya Tahun Anggaran 2026. Pencapaian ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa dosen PLS terus aktif mengembangkan kegiatan riset sekaligus berkontribusi dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program akademik yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Program pendanaan penelitian dan PKM yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya tersebut merupakan bentuk dukungan universitas dalam memperkuat budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Melalui skema kompetitif ini, dosen didorong untuk mengembangkan gagasan penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Pada tahun 2026, beberapa dosen dari Program Studi Pendidikan Luar Sekolah berhasil melewati proses seleksi proposal yang cukup ketat. Para dosen tersebut di antaranya M. Fahmi Zakariyah, S.Pd., M.Pd., Dr. Wiwin Yulianingsih, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Dra. Gunarti Dwi Lestari, M.Si., Prof. Dr. Yatim Riyanto, M.Pd., Dr. Sjafiatul Mardliyah, S.Sos., M.A., serta Monica Widyaswari, S.Pd., M.Pd. Melalui berbagai tema penelitian dan pengabdian yang diangkat, para dosen ini berhasil memperoleh dukungan pendanaan untuk melaksanakan kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat sepanjang tahun 2026.
Salah satu dosen yang memperoleh pendanaan penelitian adalah M. Fahmi Zakariyah, S.Pd., M.Pd. melalui penelitian berjudul “Pengembangan Model Blended Life Skills Education pada Warga Belajar PKBM Usia Produktif.” Penelitian tersebut mendapatkan dukungan dana sebesar Rp20.000.000. Fokus utama penelitian ini adalah mengembangkan model pendidikan kecakapan hidup yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran berbasis digital atau blended learning dalam konteks pendidikan nonformal.
Model blended life skills education yang dikembangkan dalam penelitian ini diharapkan mampu menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel bagi warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Mengingat latar belakang warga belajar yang beragam, pendekatan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual menjadi hal yang sangat penting. Melalui integrasi pembelajaran langsung dan teknologi digital, model ini diharapkan dapat membantu meningkatkan keterampilan hidup warga belajar serta memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan kehidupan sosial maupun dunia kerja.
Keberhasilan lainnya juga diraih oleh Dr. Wiwin Yulianingsih, S.Pd., M.Pd. yang memperoleh pendanaan penelitian melalui proposal berjudul “Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Anak Usia Dini melalui Daily Habit dan Deep Learning.” Penelitian ini memperoleh dukungan dana sebesar Rp30.000.000. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini melalui pendekatan kebiasaan sehari-hari yang dipadukan dengan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning.
Dalam konteks pendidikan anak usia dini, proses pembelajaran bahasa tidak hanya bertujuan agar anak mampu menghafal kosakata, tetapi juga agar mereka dapat memahami makna bahasa secara alami melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Melalui pendekatan daily habit, anak-anak diperkenalkan dengan kosakata bahasa Inggris yang berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari mereka. Dengan cara ini, proses belajar menjadi lebih kontekstual, mudah dipahami, sekaligus lebih bermakna bagi anak.
Selain kegiatan penelitian, Dr. Wiwin Yulianingsih juga memperoleh pendanaan dalam skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program berjudul “Pendampingan Implementasi Deep Learning di Chalidana Islamic School Menganti Kabupaten Gresik.” Program pengabdian tersebut memperoleh dukungan dana sebesar Rp25.000.000. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memberikan pendampingan kepada para guru dalam menerapkan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar peserta didik.
Capaian pendanaan penelitian juga diraih oleh Prof. Dr. Dra. Gunarti Dwi Lestari, M.Si. melalui penelitian berjudul “Pengembangan Smart Digital Parenting Berbasis Mindfulness untuk Meningkatkan Self-Efficacy Orang Tua dalam Pengasuhan.” Penelitian tersebut memperoleh dukungan dana sebesar Rp50.000.000. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan keluarga yang turut memengaruhi pola pengasuhan anak.
Melalui penelitian ini, Prof. Gunarti berupaya mengembangkan model smart digital parenting yang memadukan pemanfaatan teknologi digital dengan pendekatan mindfulness dalam pengasuhan. Pendekatan mindfulness dalam parenting menekankan pada kesadaran orang tua dalam memahami kebutuhan anak, kemampuan mengelola emosi, serta kepekaan dalam merespons berbagai situasi pengasuhan secara lebih reflektif dan penuh empati. Model ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam membangun hubungan yang lebih positif dengan anak sekaligus meningkatkan kepercayaan diri orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan di era digital.
Sementara itu, Prof. Dr. Yatim Riyanto, M.Pd. juga berhasil memperoleh pendanaan penelitian melalui kajian berjudul “Implementasi Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Sidoarjo (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Gedangan, SMP Negeri 1 Tulangan, dan SMP Negeri 4 Sidoarjo).” Penelitian ini memperoleh dukungan dana sebesar Rp50.000.000. Penelitian tersebut bertujuan untuk melihat bagaimana kebijakan pendidikan diterapkan secara nyata di tingkat sekolah serta bagaimana implementasi kebijakan tersebut memengaruhi kualitas proses pembelajaran.
Melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai dinamika penerapan kebijakan pendidikan di lapangan. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi implementasi kebijakan pendidikan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Penelitian lain yang juga memperoleh dukungan pendanaan adalah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Sjafiatul Mardliyah, S.Sos., M.A. Salah satu penelitian yang dilakukan berjudul “Pendidikan: Analisis Kritis atas Perjuangan Kesempatan Pendidikan yang Setara dalam Kebijakan Inklusi Pendidikan.” Penelitian tersebut memperoleh dukungan dana sebesar Rp50.000.000. Penelitian ini menyoroti berbagai dinamika kebijakan pendidikan inklusi serta tantangan yang dihadapi dalam upaya mewujudkan kesempatan pendidikan yang setara bagi semua kelompok masyarakat.
Selain itu, Dr. Sjafiatul Mardliyah juga melaksanakan penelitian lain berjudul “Efektivitas Program Literasi Digital Inklusif Gender terhadap Pencegahan Disinformasi Remaja di Indonesia dan Pakistan.” Penelitian ini juga memperoleh pendanaan sebesar Rp50.000.000. Kajian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi remaja dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi yang tidak akurat atau disinformasi di ruang digital.
Melalui pendekatan literasi digital yang sensitif terhadap perspektif gender, penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi pendidikan yang dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam menyaring informasi, berpikir kritis terhadap konten digital, serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Penelitian lintas negara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model literasi digital yang lebih inklusif dan relevan dengan tantangan global.
Selain kegiatan penelitian, Dr. Sjafiatul Mardliyah juga memperoleh pendanaan dalam skema pengabdian kepada masyarakat melalui program berjudul “Penguatan Kapabilitas Implementasi Sekolah Ramah Anak Berorientasi SDGs 4 di Kabupaten Bondowoso.” Program ini memperoleh dukungan dana sebesar Rp50.000.000. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas sekolah dalam menerapkan prinsip-prinsip sekolah ramah anak yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas.
Di sisi lain, Monica Widyaswari, S.Pd., M.Pd. juga berhasil memperoleh pendanaan penelitian dengan judul “Pengembangan Kemampuan Berpikir Komputasional Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Coding Berbasis Literasi Lingkungan untuk Mendukung SDGs 4 dan SDGs 13.” Penelitian ini memperoleh dukungan dana sebesar Rp30.000.000. Penelitian ini mengintegrasikan pembelajaran coding dengan pendidikan lingkungan pada anak usia dini sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Melalui pendekatan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual, anak-anak diperkenalkan dengan konsep dasar coding melalui berbagai aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan sekitar mereka. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pendidikan berkelanjutan.
Keberhasilan para dosen PLS dalam memperoleh pendanaan penelitian dan PKM ini menunjukkan bahwa bidang kajian pendidikan luar sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan pendidikan di masyarakat. Pendidikan tidak hanya berlangsung di lembaga formal seperti sekolah, tetapi juga berkembang dalam berbagai ruang belajar di masyarakat melalui jalur pendidikan nonformal dan informal.
Melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dosen PLS berupaya mengembangkan berbagai model pendidikan yang adaptif terhadap perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Pendekatan pendidikan yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas individu dan komunitas dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan riset yang berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Dengan diraihnya pendanaan penelitian dan PKM pada tahun 2026 ini, diharapkan para dosen PLS UNESA dapat menghasilkan berbagai luaran penelitian yang bermanfaat, baik dalam bentuk publikasi ilmiah, model pembelajaran, maupun program pemberdayaan masyarakat yang aplikatif. Ke depan, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah UNESA diharapkan terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan pendidikan masyarakat yang responsif terhadap berbagai perubahan sosial.
Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, para dosen PLS UNESA terus berkomitmen menghadirkan karya-karya akademik yang tidak hanya memperkaya keilmuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.