PENGEMBANGAN MODEL ECO-GAMIFIED PEDAGOGY BAGI GURU PAUD DALAM MENSTIMULASI FONDASI BERPIKIR KOMPUTASIONAL ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN CODING BERBASIS LITERASI LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG SDGs 4 DAN SDGs 13
Pls.unesa.ac.id 12/03/2026
Integrasi teknologi dan kesadaran lingkungan menjadi salah satu arah penting dalam pengembangan pendidikan masa depan. Melalui skema Penelitian Dasar Kolaborasi, Monica Widyaswari, M.Pd. mengembangkan model Eco-Gamified Pedagogy yang dirancang untuk membantu guru PAUD menstimulasi kemampuan berpikir komputasional anak usia dini melalui pembelajaran coding yang dipadukan dengan literasi lingkungan.
Perkembangan teknologi digital saat ini mendorong dunia pendidikan untuk mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Salah satu kemampuan penting yang mulai diperkenalkan sejak dini adalah berpikir komputasional, yaitu kemampuan memecahkan masalah secara sistematis melalui proses logika, analisis, dan pemahaman pola.
Pada jenjang pendidikan anak usia dini, pengenalan konsep berpikir komputasional tidak dilakukan melalui pendekatan teknis yang kompleks, melainkan melalui aktivitas bermain dan pembelajaran yang menyenangkan. Pendekatan ini memungkinkan anak untuk memahami konsep dasar pemecahan masalah, urutan langkah (sequencing), serta hubungan sebab-akibat dalam berbagai kegiatan belajar.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Monica Widyaswari, M.Pd. dari Fakultas Ilmu Pendidikan mengembangkan penelitian berjudul “Pengembangan Model Eco-Gamified Pedagogy bagi Guru PAUD dalam Menstimulasi Fondasi Berpikir Komputasional Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Coding Berbasis Literasi Lingkungan untuk Mendukung SDGs 4 dan SDGs 13.” Penelitian ini dilaksanakan melalui skema Penelitian Dasar Kolaborasi yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Surabaya pada tahun 2025 dengan dana penelitian sebesar Rp30.000.000.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran Eco-Gamified Pedagogy, yaitu pendekatan pedagogis yang menggabungkan unsur permainan (gamification), literasi lingkungan, serta pengenalan konsep coding dalam proses pembelajaran anak usia dini. Model ini dirancang untuk membantu guru PAUD menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak.
Melalui pendekatan ini, anak tidak hanya diperkenalkan pada konsep dasar coding secara sederhana, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. Integrasi antara teknologi, permainan edukatif, dan literasi lingkungan diharapkan mampu membangun kesadaran ekologis sejak usia dini sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir komputasional anak.
Menurut Monica Widyaswari, M.Pd., pembelajaran pada anak usia dini perlu dirancang secara kreatif dan kontekstual agar mampu mendukung perkembangan kognitif sekaligus membangun kesadaran sosial dan lingkungan.
“Pembelajaran yang menggabungkan permainan, teknologi, dan literasi lingkungan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak. Melalui pendekatan ini, anak tidak hanya belajar berpikir secara logis, tetapi juga belajar memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.”
Dalam konteks pendidikan, pengembangan model pembelajaran seperti Eco-Gamified Pedagogy menjadi salah satu bentuk inovasi pedagogis yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Guru diharapkan mampu memanfaatkan berbagai pendekatan kreatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan keterampilan berpikir anak secara optimal.
Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya oleh Monica Widyaswari, M.Pd. dengan NIDN 0031089505. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran inovatif bagi guru PAUD sekaligus mendukung upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan dan lingkungan.