“Penguatan Kapasitas Implementasi Sekolah Ramah Anak Berorientasi SDGs 4 di Kabupaten Bondowoso
Pls.unesa.ac.id 13/03/2026
Pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu melindungi hak-hak anak sekaligus mendukung perkembangan mereka secara optimal menjadi bagian penting dari agenda pembangunan global, khususnya dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan keempat, yaitu pendidikan berkualitas. Menyikapi hal tersebut, Dr. Sjafiatul Mardliyah, S.Sos., M.A. dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya mengembangkan penelitian bertajuk “Penguatan Kapasitas Implementasi Sekolah Ramah Anak Berorientasi SDGs 4 di Kabupaten Bondowoso”. Penelitian ini bertujuan memperkuat kemampuan berbagai pihak dalam mengimplementasikan konsep sekolah ramah anak secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Gender dan Inklusi Sosial yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya tahun 2026 dengan pendanaan sebesar Rp50.000.000.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa setiap anak memperoleh haknya untuk belajar dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi maupun kekerasan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sekolah dalam menerapkan prinsip-prinsip sekolah ramah anak menjadi sangat penting. Kapasitas yang dimaksud tidak hanya mencakup aspek kebijakan, tetapi juga kompetensi pendidik, partisipasi siswa, dukungan orang tua, serta keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Berangkat dari kondisi tersebut, Dr. Sjafiatul Mardliyah, S.Sos., M.A. menginisiasi penelitian yang berfokus pada penguatan implementasi sekolah ramah anak dengan pendekatan yang terintegrasi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 4 yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas bagi semua. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bondowoso sebagai salah satu wilayah yang memiliki komitmen dalam pengembangan program pendidikan berbasis perlindungan anak.
Konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan anak sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Dalam model ini, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman secara fisik maupun psikologis, menghargai keberagaman, serta memberikan ruang bagi anak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar maupun dalam kehidupan sekolah secara umum.
Sekolah ramah anak tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik yang mendukung kenyamanan belajar, tetapi juga menyangkut budaya sekolah yang menghargai hak anak, komunikasi yang sehat antara guru dan siswa, serta sistem pengelolaan sekolah yang transparan dan partisipatif. Dengan kata lain, pendekatan ini menuntut perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pendidikan, dari yang berorientasi pada otoritas semata menjadi pendidikan yang lebih humanis dan berpusat pada anak.
Dalam konteks pembangunan global, penerapan sekolah ramah anak memiliki keterkaitan erat dengan SDGs 4, yang menargetkan terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Target ini tidak hanya menekankan peningkatan akses pendidikan, tetapi juga memastikan bahwa proses pendidikan berlangsung dalam lingkungan yang aman, mendukung, dan mampu mendorong perkembangan potensi setiap individu secara optimal.
Melalui penelitian ini, Dr. Sjafiatul Mardliyah berupaya mengkaji sejauh mana implementasi sekolah ramah anak telah berjalan di Kabupaten Bondowoso serta mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada penguatan kapasitas berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua dan masyarakat sekitar.
Selain itu, keterlibatan orang tua dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas menjadi faktor kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Dalam pandangan Dr. Sjafiatul Mardliyah, S.Sos., M.A., penguatan kapasitas sekolah dalam mengimplementasikan konsep sekolah ramah anak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus melindungi hak-hak anak.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat anak memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang yang harus mampu menjamin rasa aman, kenyamanan, serta penghargaan terhadap hak-hak anak. Ketika lingkungan sekolah mampu memberikan perlindungan dan dukungan yang baik, maka proses belajar akan berlangsung lebih optimal,” ujarnya.
Kabupaten Bondowoso dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki dinamika pendidikan yang menarik serta komitmen pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pendidikan berbasis perlindungan anak. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai praktik implementasi sekolah ramah anak di tingkat daerah serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam prosesnya.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi referensi bagi berbagai lembaga pendidikan dalam mengembangkan program sekolah ramah anak yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam perspektif Pendidikan Luar Sekolah, pendekatan sekolah ramah anak juga memiliki relevansi yang kuat dengan konsep pendidikan masyarakat. Pendidikan tidak hanya berlangsung dalam ruang kelas, tetapi juga melibatkan berbagai bentuk pembelajaran yang terjadi di lingkungan sosial, keluarga, dan komunitas. Oleh karena itu, penguatan kapasitas implementasi sekolah ramah anak juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung perkembangan anak.
Program pendidikan masyarakat yang terintegrasi dengan konsep dapat menciptakan sinergi antara lembaga pendidikan formal dan berbagai bentuk pendidikan nonformal. Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Penelitian ini dilaksanakan oleh Dr. Sjafiatul Mardliyah, S.Sos., M.A. dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya sebagai bagian dari upaya pengembangan keilmuan serta kontribusi akademik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Melalui penelitian ini diharapkan lahir berbagai inovasi dalam implementasi sekolah ramah anak yang mampu mendukung terciptanya sistem pendidikan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan anak. Dengan demikian, sekolah dapat benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi setiap anak untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi terbaik mereka.