Penguatan Praktik Andragogi dalam Pembelajaran Orang Dewasa
Pls.unesa.ac.id – 22/10/2025 – Pembelajaran orang dewasa memerlukan pendekatan yang berbeda dengan pembelajaran anak dan remaja. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), andragogi menjadi landasan penting dalam merancang proses pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan bermakna bagi warga belajar dewasa. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap penguatan praktik andragogi dalam pembelajaran orang dewasa di lingkungan pendidikan nonformal.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran orang dewasa menjadi lebih efektif ketika pengalaman hidup peserta dijadikan sebagai sumber belajar utama. Warga belajar dewasa cenderung lebih aktif dan termotivasi ketika materi pembelajaran dikaitkan langsung dengan permasalahan nyata yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pekerjaan, keluarga, maupun sosial.
Dalam wawancara, salah satu tutor pendidikan nonformal menyampaikan bahwa, “Orang dewasa belajar bukan karena kewajiban, tetapi karena kebutuhan. Ketika materi sesuai kebutuhan mereka, proses belajar berjalan lebih hidup.” Pernyataan ini menegaskan bahwa prinsip andragogi menempatkan kebutuhan dan pengalaman peserta sebagai pusat pembelajaran.
Dari perspektif pendidikan nonformal, praktik andragogi menuntut peran fasilitator sebagai pendamping belajar, bukan sebagai sumber pengetahuan tunggal. Mahasiswa mencatat bahwa metode diskusi, studi kasus, pembelajaran berbasis masalah, dan refleksi pengalaman menjadi strategi efektif dalam pembelajaran orang dewasa.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa penguatan praktik andragogi berdampak positif terhadap keberlanjutan belajar orang dewasa. Warga belajar merasa dihargai, dilibatkan, dan memiliki ruang untuk mengembangkan potensi diri secara mandiri. Hal ini memperkuat fungsi pendidikan nonformal sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa penerapan andragogi masih menghadapi tantangan, seperti kebiasaan tutor yang berorientasi ceramah dan keterbatasan pemahaman tentang karakteristik belajar orang dewasa. Oleh karena itu, penguatan kompetensi tutor dalam praktik andragogi menjadi kebutuhan mendesak.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam penguatan praktik andragogi dalam pembelajaran orang dewasa, antara lain:
1). pengakuan terhadap pengalaman warga belajar sebagai sumber belajar.
2). perumusan tujuan belajar bersama peserta.
3). penerapan metode dialogis dan problem solving.
4). peran fasilitator sebagai pendamping belajar.
5). evaluasi pembelajaran berbasis proses dan refleksi.
Kajian ini menegaskan bahwa andragogi merupakan fondasi utama dalam pembelajaran orang dewasa. Pendidikan Luar Sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa proses pembelajaran nonformal mampu memberdayakan orang dewasa secara optimal dan berkelanjutan.