Cara Membuat Desain Pembelajaran Kolaboratif untuk Warga Belajar
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Pembelajaran kolaboratif menjadi salah satu strategi efektif dalam pendidikan luar sekolah. Pendekatan ini mendorong warga belajar untuk saling bekerja sama, bertukar ide, dan membangun pemahaman bersama.
Teori konstruktivisme sosial yang dikemukakan oleh Lev Vygotsky (1978)
menjelaskan bahwa proses belajar tidak terjadi secara individual, melainkan
melalui interaksi sosial yang bermakna. Melalui kolaborasi, peserta didik dapat
berkembang dalam Zone of Proximal Development (ZPD) — yaitu jarak antara
apa yang bisa mereka lakukan sendiri dan apa yang bisa dicapai dengan bantuan
orang lain.
Berikut langkah-langkah membuat
desain pembelajaran kolaboratif untuk warga belajar:
1. Tentukan Tujuan
Pembelajaran yang Bersifat Sosial dan Kontekstual
Tujuan kolaboratif tidak hanya
berfokus pada capaian akademik, tetapi juga keterampilan sosial seperti
komunikasi, kerja sama, dan empati. Misalnya, kegiatan kelompok tentang
kewirausahaan sosial atau literasi komunitas.
2. Bentuk Kelompok dengan
Komposisi yang Beragam
Susun kelompok berdasarkan latar
belakang, pengalaman, dan kemampuan yang berbeda. Variasi ini menciptakan
lingkungan belajar yang kaya akan perspektif dan saling melengkapi antar
peserta.
3. Rancang Aktivitas yang
Menuntut Interaksi Aktif
Gunakan aktivitas seperti diskusi
kasus, simulasi, proyek kelompok, atau permainan edukatif. Tugas yang menantang
mendorong peserta untuk saling membantu, berbagi strategi, dan membangun
pemahaman bersama.
4. Fasilitasi Peran Tutor
sebagai Mediator
Dalam kerangka Vygotsky, tutor
berfungsi sebagai scaffolder — pemberi dukungan sementara yang membantu
peserta mencapai kemampuan baru. Tutor dapat memandu diskusi, memberikan
pertanyaan reflektif, atau memfasilitasi pertukaran ide tanpa mendominasi
proses belajar.
5. Dorong Refleksi Bersama
setelah Kegiatan
Setelah aktivitas selesai,
peserta diajak merefleksikan pengalaman belajar. Refleksi membantu mereka
menyadari proses berpikir, kesulitan, serta strategi kolaborasi yang efektif
untuk diterapkan kembali di masa depan.
Desain pembelajaran kolaboratif
memperkuat karakter sosial warga belajar dan menumbuhkan semangat saling
belajar antarindividu. Dalam konteks pendidikan luar sekolah, kolaborasi bukan
hanya metode, melainkan cara membangun komunitas belajar yang hidup, saling
mendukung, dan berdaya.
Penulis: Tim Redaksi S2
Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF