Outing Class S2 PLS Unesa: Tadabbur Alam dan Pembelajaran Kehidupan di Banyuwangi
Perjalanan outing class ke Banyuwangi menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan studi saya sebagai mahasiswa S2 PLS Unesa. Sebagai anak rantau, kegiatan ini memberi saya kesempatan untuk belajar, berefleksi, dan merasakan hangatnya kebersamaan di tempat yang jauh dari rumah. Melalui kegiatan ini, saya tidak hanya menikmati keindahan alam dan budaya Banyuwangi, tetapi juga memperoleh banyak pelajaran berharga tentang dunia pendidikan nonformal serta nilai-nilai kehidupan yang mendalam.
Outing class ini membuka wawasan saya tentang Banyuwangi sebuah daerah
yang kaya akan keindahan alam, budaya, dan kearifan lokal. Saya tidak hanya
sekadar berwisata, tetapi juga melakukan tadabbur alam di dua tempat
luar biasa:
Pulau Merah dan Hutan Djawatan. Di Pulau Merah, hamparan pasir yang lembut dan suara ombak yang menenangkan membawa saya pada perenungan tentang kebesaran Tuhan. Saya belajar bahwa alam adalah ruang belajar yang tak terbatas tempat kita mengenal diri, mensyukuri hidup, dan memahami makna kebesaran ciptaan-Nya.
Sementara itu, Hutan Djawatan yang rimbun dan mempesona, dengan pohon-pohon trembesi besar menjulang tinggi, menyajikan suasana sejuk yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Meskipun sudah berusia lama, keindahannya tetap terjaga hingga kini. Dari sana, saya belajar bahwa kelestarian alam adalah cermin kesadaran manusia akan pentingnya menjaga warisan untuk generasi berikutnya.
Selain menikmati alam, saya juga mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar di LKP Desy Education dan PKBM Anggrek Bulan. Kedua lembaga nonformal tersebut memberi inspirasi mendalam tentang bagaimana pendidikan dapat menjangkau dari berbagai masyarakat. Saya menyaksikan bagaimana mereka berjuang meningkatkan kualitas hidup melalui pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan memberdayakan. Sebagai anak rantau yang menempuh pendidikan jauh dari rumah, saya merasa tergerak dan bermimpi suatu hari bisa berada di posisi seperti mereka menjadi bagian dari lembaga yang mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat melalui pendidikan nonformal.
Namun, di balik semua pengalaman tersebut, hal yang paling berkesan bagi saya adalah kebersamaan. Outing class ini mempererat hubungan antar teman-teman hebat S2 PLS Unesa yang selalu saling mendukung dan penuh semangat. Tak lupa, rasa terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada Ibunda Kaprodi tercinta, yang senantiasa sabar, bijaksana, dan penuh kasih dalam mendampingi kami. Kehadiran beliau seperti pelita bagi saya, anak rantau yang sedang menempuh perjalanan panjang mencari ilmu.
Perjalanan ke Banyuwangi bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan juga perjalanan spiritual dan emosional. Saya belajar banyak tentang alam, tentang pendidikan, dan tentang makna kebersamaan. Bagi saya, Banyuwangi adalah guru kehidupan yang mengajarkan bahwa belajar tidak selalu di ruang kelas, melainkan juga di tengah ombak Pulau Merah, di rindangnya Hutan Djawatan, dan di hangatnya tawa teman-teman seperjuangan.