Cara Menjadi Tutor Inspiratif di Pendidikan Nonformal
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Tutor memegang peran sentral dalam pendidikan nonformal. Ia bukan sekadar pengajar, tetapi pendamping yang menumbuhkan semangat belajar, kepercayaan diri, dan kesadaran sosial peserta. Menjadi tutor inspiratif berarti menghadirkan proses pembelajaran yang memanusiakan, mendorong potensi, dan membangun hubungan yang bermakna.
Carl Rogers (1969) memperkenalkan
pendekatan humanistic learning, yang menekankan bahwa pendidikan harus
berpusat pada peserta (learner-centered). Proses belajar akan lebih
bermakna jika tutor menciptakan suasana yang hangat, empatik, dan terbuka.
Prinsip ini menjadi dasar bagi tutor nonformal untuk menginspirasi, bukan hanya
menginstruksi.
Berikut langkah-langkah praktis
menjadi tutor inspiratif dalam konteks pendidikan luar sekolah:
1. Menumbuhkan Sikap Empati
Empati menjadi fondasi utama.
Tutor perlu memahami pengalaman, tantangan, dan motivasi peserta belajar.
Rogers menegaskan bahwa empati membantu tutor membangun kepercayaan dan membuka
ruang bagi peserta untuk mengekspresikan dirinya secara bebas.
2. Menciptakan Lingkungan
Belajar yang Positif
Suasana belajar yang hangat dan
aman membuat peserta berani bertanya, berdiskusi, dan mencoba hal baru. Tutor
dapat menciptakan lingkungan positif dengan memberikan penghargaan atas setiap
usaha dan menghargai perbedaan pendapat. Lingkungan seperti ini menumbuhkan
rasa memiliki terhadap proses belajar.
3. Mendorong Belajar Mandiri
dan Reflektif
Tutor inspiratif tidak
mendominasi pembelajaran, melainkan menuntun peserta agar belajar secara
mandiri. Peserta diajak untuk mengevaluasi pengalaman, menemukan makna, dan
merancang langkah pengembangan diri. Pembelajaran menjadi dialog dua arah yang
saling memperkaya.
4. Mengaitkan Materi dengan
Kehidupan Nyata
Peserta belajar akan lebih
termotivasi ketika materi memiliki relevansi langsung dengan kehidupannya.
Tutor dapat menggunakan pendekatan kontekstual — mengaitkan teori dengan
praktik, atau mengubah pengalaman sehari-hari menjadi sumber belajar yang bermakna.
5. Memberikan Teladan dan
Inspirasi
Tutor yang inspiratif menjadi
contoh dalam tindakan. Ketulusan, komitmen, dan semangat belajar sepanjang
hayat memancarkan energi positif yang menular kepada peserta. Rogers menekankan
bahwa keaslian (authenticity) tutor menciptakan hubungan belajar yang
sejati dan mendalam.
Menjadi tutor inspiratif bukan
hasil dari gelar akademik, melainkan dari ketulusan untuk memahami dan
menumbuhkan manusia. Ketika tutor memandang setiap peserta sebagai individu
unik dengan potensi luar biasa, proses belajar berubah menjadi perjalanan kemanusiaan
yang memerdekakan.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF