Cara Menyusun Rencana Pembelajaran dalam Kelas Nonformal yang Efektif
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Kelas nonformal membutuhkan rencana pembelajaran yang fleksibel namun terarah. Rencana yang baik tidak sekadar daftar kegiatan, tetapi peta strategi yang menghubungkan tujuan, materi, metode, dan pengalaman belajar peserta. Dalam konteks ini, tutor berperan sebagai perancang pengalaman, bukan sekadar penyampai materi.
David Kolb (1984) memperkenalkan
konsep Experiential Learning Cycle yang menekankan empat tahapan
belajar: pengalaman konkret (concrete experience), refleksi (reflective
observation), konseptualisasi (abstract conceptualization), dan
penerapan (active experimentation). Prinsip ini dapat menjadi panduan
praktis bagi tutor dalam menyusun rencana pembelajaran nonformal yang efektif.
1. Menentukan Tujuan dan Hasil
Belajar
Langkah pertama ialah menetapkan
apa yang ingin dicapai peserta. Tujuan harus mencerminkan kebutuhan nyata dan
kemampuan yang ingin dikembangkan. Gunakan kalimat kerja operasional yang
spesifik, seperti menganalisis, mempraktikkan, atau menciptakan.
2. Memilih Materi yang Relevan
dan Bermakna
Tutor perlu memastikan setiap
materi memiliki relevansi langsung dengan kehidupan peserta. Materi yang
kontekstual membantu peserta memahami manfaat belajar. Dalam kelas nonformal,
materi dapat diambil dari pengalaman kerja, permasalahan sosial, atau praktik
budaya setempat.
3. Menyusun Aktivitas
Berdasarkan Siklus Pengalaman
Rancang kegiatan belajar
mengikuti siklus Kolb:
- Pengalaman konkret: peserta mengalami atau
melakukan aktivitas langsung.
- Refleksi: peserta mendiskusikan pengalaman
dan menemukan makna di baliknya.
- Konseptualisasi: tutor membantu peserta
merumuskan teori atau prinsip dari pengalaman tersebut.
- Penerapan: peserta mencoba menerapkan
pengetahuan baru dalam situasi nyata.
Struktur ini menjaga agar
pembelajaran aktif, reflektif, dan aplikatif.
4. Memilih Metode dan Media
yang Tepat
Gunakan metode partisipatif
seperti role play, project work, atau diskusi kasus. Media
pembelajaran dapat berupa alat sederhana, video, atau platform digital, asalkan
mendukung interaksi. Tutor perlu menyesuaikan media dengan karakteristik
peserta dan fasilitas yang tersedia.
5. Menyusun Evaluasi Proses
dan Hasil
Evaluasi dilakukan untuk menilai
sejauh mana peserta memahami dan menerapkan pengetahuan baru. Gunakan penilaian
kinerja, portofolio, atau refleksi tertulis. Evaluasi yang baik memberi umpan
balik bagi peserta sekaligus membantu tutor memperbaiki proses belajar.
Rencana pembelajaran yang efektif
mencerminkan keseimbangan antara struktur dan fleksibilitas. Tutor yang mampu
merancang pengalaman belajar bermakna akan menciptakan kelas nonformal yang
hidup, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF