Dari Grup WhatsApp ke Ruang Belajar Masyarakat
Pls.unesa.ac.id – 09/01/2026
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan belajar. Grup WhatsApp yang awalnya digunakan sebagai sarana komunikasi kini berkembang menjadi ruang berbagi informasi, diskusi, dan pembelajaran informal. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya mengkaji fenomena ini sebagai bentuk literasi digital berbasis komunitas.
Hasil kajian menunjukkan bahwa grup WhatsApp warga sering dimanfaatkan untuk berbagi informasi kesehatan, peluang usaha, hingga diskusi permasalahan lingkungan sekitar. Aktivitas ini mencerminkan proses belajar yang berlangsung secara alami dan partisipatif di tengah masyarakat.
Dalam wawancara, seorang fasilitator komunitas menyampaikan bahwa, “Warga lebih berani bertanya dan berbagi pengalaman lewat grup WhatsApp dibandingkan forum formal.” Hal ini menunjukkan bahwa ruang digital informal mampu menurunkan hambatan psikologis dalam belajar.
Dari sudut pandang Pendidikan Luar Sekolah, praktik ini merupakan bentuk literasi digital nonformal yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Pembelajaran tidak lagi bergantung pada ruang kelas fisik, tetapi hadir dalam ruang digital yang akrab dengan warga.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa literasi digital berbasis komunitas dapat memperkuat kohesi sosial. Interaksi yang rutin dalam grup digital mendorong terbentuknya solidaritas dan saling belajar antarwarga.
Namun demikian, tantangan seperti penyebaran informasi keliru dan perbedaan kemampuan digital masih perlu diantisipasi. Oleh karena itu, peran fasilitator komunitas menjadi penting dalam mengarahkan diskusi yang edukatif.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal perlu merespons perkembangan teknologi dengan memanfaatkan ruang digital sebagai sarana pembelajaran masyarakat.