Digital Literacy untuk Masyarakat Dewasa: Membangun Kompetensi Kritis di Dunia Maya
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Literasi digital menjadi keterampilan wajib bagi masyarakat dewasa di era informasi. Arus data yang terus mengalir melalui media sosial, portal berita, dan platform digital menuntut kemampuan memilah, menilai, dan menggunakan informasi secara kritis. Pendidikan luar sekolah memiliki peran besar dalam memperkuat kecakapan ini melalui program literasi digital berbasis masyarakat.
Renee Hobbs (2010) mendefinisikan
media literacy sebagai kemampuan untuk mengakses, menganalisis,
mengevaluasi, menciptakan, dan berpartisipasi melalui media. Konsep ini tidak
sekadar tentang kemampuan teknologi, tetapi juga mencakup kesadaran etis dan
tanggung jawab sosial dalam menggunakan informasi.
Pembelajaran literasi digital
untuk orang dewasa harus berbasis pengalaman. Tutor dapat mengajak peserta
menganalisis berita viral, menelusuri jejak sumber informasi, dan mengenali
hoaks melalui studi kasus nyata. Proses ini membantu masyarakat membangun
keterampilan berpikir kritis dalam konteks digital.
Pendidikan luar sekolah menjadi
ruang strategis untuk membentuk warga digital yang cerdas dan bijak. Kegiatan
seperti lokakarya literasi media, diskusi daring, atau pelatihan menulis konten
edukatif dapat meningkatkan kemampuan reflektif sekaligus produktif masyarakat
dewasa.
Hobbs menekankan bahwa literasi
digital juga melibatkan aspek partisipasi aktif. Masyarakat yang cakap digital
bukan hanya konsumen informasi, tetapi juga kreator konten yang menyebarkan
nilai positif. Mereka mampu memanfaatkan media untuk memperkuat solidaritas
sosial, menyuarakan isu-isu lokal, dan memperluas akses terhadap pendidikan.
Tutor berperan penting sebagai
fasilitator yang menuntun proses berpikir kritis dan reflektif. Pembelajaran
yang aktif dan kolaboratif akan membangun kesadaran bahwa setiap klik,
komentar, dan unggahan memiliki dampak sosial yang nyata.
Ketika literasi digital
dikembangkan melalui pendidikan luar sekolah, masyarakat tidak hanya melek
teknologi, tetapi juga memiliki daya tahan terhadap manipulasi informasi.
Mereka menjadi warga digital yang otonom, etis, dan berdaya dalam ruang maya
yang kompleks.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF