Digitalisasi Pembelajaran Masyarakat: Peluang dan Tantangan di Era 5.0
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Era Society 5.0 membawa perubahan besar terhadap cara masyarakat belajar dan berinteraksi. Teknologi digital tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi. Pendidikan luar sekolah perlu beradaptasi agar tetap relevan dan efektif di tengah transformasi digital yang terus berkembang.
Konsep Society 5.0 yang
diperkenalkan oleh Pemerintah Jepang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi
teknologi. Teknologi hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan
memperkuat kemampuan berpikir, berkreasi, dan berkolaborasi. Pendidikan luar
sekolah memiliki peran penting untuk memastikan transformasi ini berjalan
inklusif, terutama bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh pendidikan
formal.
UNESCO (2021) menekankan bahwa
digitalisasi pendidikan harus diarahkan untuk memperluas akses dan
memberdayakan komunitas, bukan sekadar menggantikan proses belajar tradisional.
Prinsip ini selaras dengan visi PLS yang berfokus pada pemberdayaan dan partisipasi
masyarakat.
Digitalisasi membuka peluang
besar. Pembelajaran dapat dilakukan secara daring, fleksibel, dan lintas
wilayah. Tutor dapat memanfaatkan platform digital untuk menciptakan ruang
belajar kolaboratif. Warga belajar bisa mengakses sumber ilmu dari berbagai belahan
dunia tanpa batas waktu.
Namun, peluang tersebut datang
bersama tantangan. Kesenjangan digital masih menjadi masalah utama. Banyak
masyarakat belum memiliki perangkat, koneksi internet, atau keterampilan
digital yang memadai. Pendidik masyarakat perlu menciptakan pendekatan hybrid
yang menggabungkan teknologi dan interaksi sosial secara seimbang.
Toffler (1980) mengingatkan bahwa
masyarakat masa depan bukan dibedakan oleh siapa yang kaya dan miskin,
melainkan oleh siapa yang mampu belajar dan beradaptasi dengan cepat.
Pendidikan luar sekolah menjadi
ruang penting untuk membangun literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan
etika bermedia. Ketika masyarakat memahami cara menggunakan teknologi secara
produktif, mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta perubahan
sosial yang bermakna.
Transformasi digital hanya akan
berhasil jika manusia tetap menjadi pusatnya. Pendidikan luar sekolah
memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak menciptakan jurang baru, tetapi
membuka jalan menuju masyarakat yang cerdas, inklusif, dan berdaya.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF