Implementasi Program Literasi Digital Berbasis Komunitas
Pls.unesa.ac.id – 15/10/2025 – Perkembangan teknologi digital menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), program literasi digital berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk menjembatani kesenjangan akses dan kemampuan teknologi di masyarakat. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian terhadap implementasi program literasi digital yang diselenggarakan di lingkungan komunitas.
Hasil kajian menunjukkan bahwa program literasi digital berbasis komunitas lebih efektif ketika dirancang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik warga belajar. Pendekatan yang sederhana, kontekstual, dan berbasis praktik langsung membantu peserta, khususnya kelompok dewasa, untuk lebih mudah memahami penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam wawancara dengan fasilitator pelatihan digital, Bapak Nanda Dwi Putra, diperoleh pandangan bahwa, “Kendala terbesar bukan pada perangkat, tetapi pada kepercayaan diri peserta. Begitu mereka merasa mampu, proses belajar berjalan jauh lebih cepat.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan literasi digital di masyarakat.
Dari perspektif pendidikan nonformal, implementasi program literasi digital berbasis komunitas selaras dengan prinsip andragogi yang menekankan pengalaman belajar orang dewasa. Mahasiswa mencatat bahwa metode pendampingan, praktik langsung, dan diskusi reflektif menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan digital warga belajar.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa program literasi digital memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat. Warga belajar tidak hanya mampu menggunakan perangkat digital, tetapi juga mulai memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan produktif, seperti komunikasi, akses informasi, dan pengembangan usaha kecil.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi beberapa tantangan dalam implementasi program literasi digital berbasis komunitas, antara lain keterbatasan fasilitas, perbedaan tingkat kemampuan peserta, serta keberlanjutan pendampingan pascapelatihan. Oleh karena itu, program literasi digital perlu dirancang secara berkelanjutan dan didukung oleh kolaborasi lintas sektor.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam penguatan implementasi program literasi digital berbasis komunitas, antara lain:
1). pemetaan kebutuhan dan kemampuan digital warga.
2). penggunaan modul pelatihan yang sederhana dan visual.
3). pendampingan berkelanjutan pascapelatihan.
4). penguatan peran fasilitator komunitas.
5). kolaborasi dengan lembaga dan pemangku kepentingan terkait.
Kajian ini menegaskan bahwa literasi digital berbasis komunitas merupakan bagian penting dari pengembangan pendidikan nonformal di era digital. Pendidikan Luar Sekolah berperan strategis dalam memastikan bahwa transformasi digital dapat diakses dan dimanfaatkan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.