Inovasi Program Pendidikan Nonformal dalam Menjawab Tantangan Sosial Masyarakat
Pls.unesa.ac.id – 26/12/2025
Perubahan sosial yang cepat menuntut pendidikan nonformal untuk terus berinovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), inovasi program menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan sosial, seperti pengangguran, rendahnya literasi, dan ketimpangan akses pendidikan. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap praktik inovasi program pendidikan nonformal di lingkungan masyarakat.
Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi program pendidikan nonformal tidak selalu identik dengan penggunaan teknologi canggih, tetapi lebih pada kemampuan lembaga pendidikan masyarakat dalam merespons kebutuhan nyata warga. Program yang fleksibel, kontekstual, dan berbasis potensi lokal cenderung lebih diterima dan berdampak langsung pada kehidupan peserta.
Dalam wawancara, salah satu pengelola lembaga pendidikan masyarakat menyampaikan bahwa, “Inovasi muncul ketika program benar-benar dirancang dari kebutuhan warga, bukan sekadar meniru kegiatan yang sudah ada.” Pernyataan ini menegaskan bahwa inovasi dalam pendidikan nonformal bersifat kontekstual dan berakar pada realitas sosial masyarakat.
Dari perspektif pendidikan nonformal, inovasi program mencerminkan kemampuan lembaga dalam mengintegrasikan pembelajaran, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas sosial. Mahasiswa mencatat bahwa pengembangan program berbasis proyek komunitas, pelatihan keterampilan terintegrasi, dan pembelajaran lintas usia menjadi bentuk inovasi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi warga belajar.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa inovasi program berkontribusi pada peningkatan relevansi dan keberlanjutan pendidikan nonformal. Warga belajar merasa program yang diikuti sesuai dengan kebutuhan hidup mereka, sehingga lebih termotivasi untuk terlibat secara aktif. Hal ini memperkuat posisi pendidikan nonformal sebagai ruang belajar alternatif yang adaptif dan responsif.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa inovasi program pendidikan nonformal masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, dan minimnya dokumentasi praktik baik. Oleh karena itu, inovasi perlu didukung oleh penguatan kapasitas kelembagaan dan budaya refleksi berkelanjutan.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam penguatan inovasi program pendidikan nonformal, antara lain:
1). pemetaan kebutuhan sosial masyarakat secara partisipatif.
2). pengembangan program berbasis potensi dan konteks lokal.
3). kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
4). evaluasi program berbasis dampak sosial.
5). dokumentasi dan diseminasi praktik baik.
Kajian ini menegaskan bahwa inovasi program merupakan prasyarat penting dalam menjaga relevansi pendidikan nonformal. Pendidikan Luar Sekolah memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya inovasi-inovasi program yang mampu menjawab tantangan sosial dan memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.