Kemandirian Belajar di Era Digital: Tantangan bagi Pendidikan Nonformal
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat belajar. Informasi hadir di ujung jari, dan setiap individu memiliki peluang untuk mengatur proses belajarnya sendiri. Kondisi ini menuntut pendidikan nonformal untuk memperkuat kemandirian belajar peserta agar mampu bertahan di tengah arus informasi yang begitu cepat.
Albert Bandura (1986) melalui social
cognitive theory menekankan bahwa individu belajar melalui observasi,
refleksi, dan pengaturan diri (self-regulation). Kemandirian belajar
muncul ketika seseorang mampu menetapkan tujuan, memantau kemajuan, dan
mengevaluasi hasilnya secara mandiri. Proses ini menuntut motivasi intrinsik
dan kemampuan reflektif yang terus berkembang.
Tutor dalam pendidikan nonformal
perlu berperan sebagai pembimbing yang menuntun peserta mengenali gaya
belajarnya sendiri. Peserta diajak merancang strategi belajar yang sesuai
dengan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, baik secara daring maupun luring.
Tutor juga dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pendukung, bukan
pengganti proses interaksi manusiawi.
Era digital menghadirkan
tantangan baru berupa distraksi informasi dan rendahnya konsistensi belajar.
Banyak peserta tergoda oleh konten yang instan tanpa proses refleksi mendalam.
Pendidikan nonformal dapat menjadi penyeimbang dengan mengajarkan disiplin diri
dan kemampuan memilih informasi yang relevan.
Bandura menegaskan bahwa
keberhasilan belajar bergantung pada self-efficacy — keyakinan seseorang
terhadap kemampuannya untuk mencapai tujuan. Ketika peserta yakin pada potensi
dirinya, proses belajar menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan.
Kemandirian belajar bukan sekadar
kemampuan teknis, tetapi juga sikap mental. Peserta yang mandiri tidak menunggu
instruksi, melainkan mencari solusi. Pendidikan nonformal memiliki peran
strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut agar masyarakat mampu belajar
sepanjang hayat di tengah dunia yang terus berubah.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF