Kemitraan Pemerintah–PKBM dalam Penguatan SDM Lokal
Pls.unesa.ac.id – 27/10/2025 – Penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan masyarakat. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), kemitraan antara pemerintah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi strategi yang efektif untuk menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap praktik kemitraan pemerintah–PKBM dalam penguatan SDM lokal.
Hasil kajian menunjukkan bahwa kemitraan yang terjalin secara kolaboratif mampu memperluas jangkauan dan kualitas layanan pendidikan nonformal. Pemerintah berperan dalam penyediaan kebijakan, pendanaan, dan fasilitasi program, sementara PKBM berfungsi sebagai pelaksana yang memahami konteks dan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal. Sinergi ini memungkinkan program pengembangan SDM berjalan lebih tepat sasaran.
Dalam wawancara, salah satu pengelola PKBM menyampaikan bahwa, “Dukungan pemerintah sangat membantu keberlanjutan program, tetapi kekuatan utama tetap pada pemahaman PKBM terhadap kebutuhan warga belajar.” Pernyataan ini menegaskan bahwa kemitraan yang efektif harus berbasis kesetaraan dan saling melengkapi peran.
Dari perspektif pendidikan nonformal, kemitraan pemerintah–PKBM mencerminkan pendekatan pembangunan berbasis komunitas. Mahasiswa mencatat bahwa program pelatihan keterampilan, pendidikan kesetaraan, dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui PKBM menjadi lebih kontekstual dan relevan ketika didukung oleh kebijakan dan sumber daya pemerintah.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa kemitraan tersebut berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM lokal. Warga belajar tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi. Hal ini memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai instrumen pembangunan manusia.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa kemitraan pemerintah–PKBM masih menghadapi tantangan, seperti koordinasi yang belum optimal, ketergantungan pada pendanaan pemerintah, serta keberlanjutan program. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola kemitraan yang transparan dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam penguatan kemitraan pemerintah–PKBM, antara lain:
1). penyelarasan program dengan kebutuhan SDM lokal.
2). pembagian peran yang jelas antara pemerintah dan PKBM.
3). penguatan kapasitas kelembagaan PKBM.
4). mekanisme evaluasi dan monitoring bersama.
5). pengembangan kemitraan multipihak.
Kajian ini menegaskan bahwa kemitraan pemerintah–PKBM merupakan fondasi penting dalam penguatan SDM lokal. Pendidikan Luar Sekolah memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat melalui penguatan pendidikan nonformal yang kontekstual dan berkelanjutan.