Kreativitas sebagai Inti Pembelajaran Masyarakat
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Kreativitas menjadi kekuatan utama dalam proses pembelajaran masyarakat. Dunia yang terus berubah menuntut kemampuan untuk berpikir fleksibel, menemukan solusi baru, dan menyesuaikan diri dengan cepat. Pendidikan luar sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan kreativitas melalui pengalaman belajar yang hidup dan kontekstual.
Ken Robinson (2011) menyatakan
bahwa kreativitas adalah kemampuan menghasilkan gagasan orisinal yang bernilai.
Pendidikan, menurutnya, tidak boleh hanya menekankan kemampuan kognitif, tetapi
juga harus memberi ruang bagi imajinasi, eksplorasi, dan ekspresi diri. Prinsip
ini sejalan dengan semangat PLS yang berorientasi pada potensi dan kebutuhan
nyata masyarakat.
Pembelajaran masyarakat yang
kreatif tidak menempatkan tutor sebagai pusat, tetapi sebagai fasilitator yang
membuka peluang berpikir bebas. Warga belajar diajak mengamati, bereksperimen,
dan menciptakan solusi dari permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari.
Kolb (1984) melalui model experiential
learning menegaskan bahwa pembelajaran paling efektif terjadi ketika
individu mengalami langsung, merefleksikan, dan menerapkan hasilnya dalam
konteks baru.
Proses belajar kreatif muncul
ketika warga terlibat aktif dalam kegiatan yang relevan dengan kehidupan
mereka. Misalnya, kelompok ibu rumah tangga mengembangkan produk lokal melalui
pelatihan desain kemasan, atau remaja desa menciptakan konten digital edukatif
untuk promosi budaya.
Kreativitas tidak hanya tentang
seni atau ide besar, tetapi juga tentang cara berpikir baru terhadap masalah
lama. Pendidikan luar sekolah menumbuhkan hal itu dengan memberikan kebebasan
berpikir, ruang bereksperimen, dan dukungan sosial.
Masyarakat yang kreatif akan
mampu bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian zaman. Ketika
pembelajaran menumbuhkan keberanian untuk mencoba dan gagal, maka proses
belajar telah berhasil membangun manusia yang adaptif dan inovatif.
Pendidikan luar sekolah bukan
sekadar wadah pembelajaran, tetapi juga ruang penciptaan gagasan. Kreativitas
menjadi napas utama yang menggerakkan perubahan sosial dan membuka peluang masa
depan yang lebih baik.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF