Kreativitas Sosial sebagai Kompetensi Baru dalam Pendidikan Masyarakat
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Masyarakat modern menghadapi tantangan kompleks yang tidak dapat diselesaikan dengan kemampuan teknis semata. Setiap individu perlu memiliki kreativitas sosial, yakni kemampuan untuk menciptakan solusi kolaboratif bagi persoalan bersama. Pendidikan luar sekolah menjadi ruang penting untuk menumbuhkan kompetensi ini.
Albert Bandura (1977) melalui social
learning theory menjelaskan bahwa manusia belajar melalui observasi,
imitasi, dan interaksi sosial. Proses belajar tidak hanya terjadi di ruang
kelas, tetapi juga melalui pengalaman sosial yang membentuk cara berpikir dan
bertindak individu. Kreativitas sosial tumbuh dari interaksi yang reflektif dan
saling menginspirasi.
Pendidikan masyarakat yang
efektif harus mengintegrasikan pengalaman sosial sebagai sumber belajar. Ketika
peserta didik terlibat dalam proyek komunitas, diskusi kelompok, atau aksi
sosial, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar membangun
empati, komunikasi, dan inovasi bersama.
Kreativitas sosial mendorong
masyarakat untuk berpikir di luar kebiasaan, tetapi tetap berpijak pada nilai
kemanusiaan. Tutor dapat berperan sebagai fasilitator yang menstimulasi ide-ide
baru melalui pendekatan kolaboratif. Setiap gagasan yang muncul dalam kelompok
menjadi bagian dari proses belajar yang dinamis.
Bandura menegaskan bahwa
pembelajaran sosial melibatkan penguatan positif dan rasa percaya diri. Ketika
masyarakat berhasil menciptakan perubahan nyata di lingkungannya, mereka
mengalami self-efficacy — keyakinan bahwa dirinya mampu melakukan
sesuatu yang bermakna. Keyakinan inilah yang menjadi bahan bakar utama
kreativitas sosial.
Pendidikan luar sekolah memiliki
posisi strategis dalam membangun komunitas yang kreatif dan adaptif. Kegiatan
seperti pelatihan kewirausahaan sosial, forum diskusi warga, atau program
pengembangan masyarakat dapat menjadi wahana untuk menumbuhkan kemampuan
berpikir kreatif sekaligus tanggung jawab sosial.
Kreativitas sosial tidak lahir
dari kompetisi, tetapi dari kolaborasi. Ketika masyarakat belajar bersama,
mereka menciptakan ruang untuk saling mendukung, berbagi ide, dan membangun
masa depan yang lebih berkeadilan. Pendidikan luar sekolah menjadi penggerak
utama lahirnya inovasi sosial yang berakar dari empati dan gotong royong.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF