Langkah Efektif Menyusun Modul Pembelajaran Berbasis Masyarakat
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Modul pembelajaran menjadi alat penting dalam pendidikan luar sekolah karena membantu peserta belajar secara mandiri, terarah, dan kontekstual. Modul yang dirancang dengan baik mampu menjembatani kebutuhan belajar masyarakat dengan tujuan program yang ingin dicapai.
Dick dan Carey (1990)
mengembangkan model Instructional Systems Design yang menekankan proses
sistematis dalam merancang pembelajaran. Model ini membantu pendidik dan
fasilitator menyusun modul secara terencana, logis, dan berorientasi pada hasil
belajar yang nyata.
Berikut langkah-langkah efektif
untuk menyusun modul pembelajaran berbasis masyarakat:
1. Menganalisis Kebutuhan dan
Karakteristik Peserta
Setiap modul harus berangkat dari
kebutuhan nyata masyarakat. Fasilitator perlu mengidentifikasi siapa peserta,
apa tujuan mereka belajar, dan bagaimana latar belakang sosial-ekonominya.
Hasil analisis ini menentukan gaya bahasa, tingkat kesulitan, dan jenis
aktivitas dalam modul.
2. Menetapkan Tujuan
Pembelajaran
Tujuan pembelajaran menjadi dasar
bagi seluruh isi modul. Dick & Carey menegaskan bahwa tujuan harus
menggambarkan kemampuan yang dapat diamati dan diukur setelah proses belajar
selesai. Rumusan yang jelas memudahkan fasilitator dalam mengevaluasi keberhasilan
belajar.
3. Mengembangkan Materi dan
Aktivitas
Materi disusun sesuai konteks
lokal agar peserta mudah memahami. Fasilitator dapat menambahkan contoh dari
kehidupan sehari-hari, kegiatan komunitas, atau praktik ekonomi lokal.
Aktivitas belajar sebaiknya mendorong keterlibatan aktif melalui diskusi, simulasi,
dan tugas lapangan.
4. Mendesain Evaluasi
Pembelajaran
Evaluasi membantu peserta menilai
kemajuan belajarnya. Modul yang baik menyertakan latihan, refleksi, dan tugas
praktis untuk memperkuat pemahaman. Penilaian tidak hanya mengukur hasil,
tetapi juga proses belajar yang dilalui.
5. Menguji dan Memperbaiki
Modul
Sebelum modul digunakan secara
luas, uji coba perlu dilakukan. Fasilitator dapat meminta umpan balik dari
peserta uji coba untuk memperbaiki struktur, bahasa, atau kesesuaian materi.
Dick & Carey menekankan bahwa revisi merupakan bagian penting dari siklus
desain pembelajaran.
Modul pembelajaran berbasis
masyarakat bukan sekadar bahan ajar, melainkan media pemberdayaan. Ketika modul
disusun berdasarkan analisis kebutuhan dan prinsip desain yang sistematis,
proses belajar menjadi relevan, bermakna, dan berorientasi pada perubahan
sosial.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF