Langkah-Langkah Efektif Mengembangkan Kurikulum PLS yang Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Kurikulum dalam pendidikan luar sekolah harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang dinamis. Kurikulum yang responsif bukan sekadar daftar materi, tetapi panduan strategis yang memastikan setiap kegiatan belajar membawa dampak nyata bagi kehidupan warga belajar.
Ralph W. Tyler (1949) menjelaskan
bahwa pengembangan kurikulum harus berorientasi pada tujuan yang jelas,
pengalaman belajar yang relevan, serta proses evaluasi yang berkesinambungan.
Model ini menempatkan peserta didik dan konteks sosial sebagai pusat dari
setiap keputusan kurikulum.
Berikut langkah-langkah efektif
untuk mengembangkan kurikulum PLS yang adaptif dan relevan:
1. Menentukan Tujuan
Pembelajaran yang Kontekstual
Proses dimulai dengan menetapkan
tujuan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Fasilitator perlu menggali aspirasi,
masalah, dan potensi lokal sebagai dasar perumusan tujuan. Tyler menekankan
bahwa setiap tujuan harus menggambarkan perubahan perilaku nyata yang
diharapkan dari peserta belajar.
2. Memilih Pengalaman Belajar
yang Bermakna
Kurikulum harus memuat aktivitas
belajar yang sesuai dengan karakteristik peserta. Fasilitator dapat memilih
strategi berbasis proyek, simulasi, atau praktik lapangan. Pengalaman belajar
perlu menantang, relevan, dan memungkinkan peserta menerapkan pengetahuan dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Mengorganisasi Pengalaman
Belajar
Pengalaman belajar perlu disusun
secara logis dan progresif. Tyler menjelaskan bahwa pengorganisasian yang baik
akan memudahkan peserta memahami hubungan antar materi. Fasilitator dapat
menyusun urutan kegiatan dari yang sederhana ke kompleks, dari teori ke
praktik.
4. Melaksanakan Kurikulum
Secara Fleksibel
Pelaksanaan kurikulum harus
mempertimbangkan kondisi lapangan. Fasilitator perlu menyesuaikan metode,
waktu, dan media pembelajaran agar tetap inklusif. Fleksibilitas ini membuat
kurikulum lebih hidup dan mampu menjawab perubahan kebutuhan masyarakat.
5. Melakukan Evaluasi
Berkelanjutan
Evaluasi berfungsi untuk menilai
efektivitas kurikulum dan memberikan umpan balik untuk perbaikan. Fasilitator
dapat mengevaluasi hasil belajar peserta, kepuasan warga belajar, serta dampak
sosial program. Tyler menegaskan bahwa kurikulum harus terus direvisi sesuai
hasil evaluasi.
Kurikulum PLS yang dikembangkan
berdasarkan model Tyler tidak hanya mendidik, tetapi juga memberdayakan. Ketika
kurikulum dirancang dengan memperhatikan konteks sosial dan kebutuhan
masyarakat, proses belajar menjadi relevan, partisipatif, dan berorientasi pada
perubahan nyata.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF