Langkah-Langkah Membuat Program Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Pendidikan luar sekolah menuntut kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Program yang baik selalu lahir dari realitas, bukan asumsi. Setiap langkah dalam penyusunan program harus berakar pada kondisi, potensi, dan aspirasi warga belajar agar hasilnya benar-benar bermanfaat.
Berikut langkah-langkah praktis
dalam merancang program pembelajaran berbasis kebutuhan masyarakat:
1. Melakukan Analisis
Kebutuhan Belajar
Langkah pertama ialah memahami
masalah dan potensi masyarakat. Tutor atau perancang program dapat menggunakan
wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Analisis
kebutuhan membantu menemukan kesenjangan antara kondisi saat ini dan kemampuan
yang diharapkan.
Robert Gagné menekankan pentingnya analisis awal sebagai fondasi desain
pembelajaran yang relevan.
2. Menentukan Tujuan
Pembelajaran yang Spesifik
Setelah kebutuhan
teridentifikasi, rumuskan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur. Gunakan
prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Tujuan
yang baik membantu tutor menentukan isi materi, metode, dan indikator keberhasilan
program.
3. Menyusun Materi Berdasarkan
Konteks Lokal
Materi pembelajaran perlu
disesuaikan dengan budaya, bahasa, dan kondisi sosial masyarakat. Prinsip contextual
learning menekankan bahwa peserta belajar lebih mudah memahami materi
ketika mereka melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Memilih Metode Pembelajaran
yang Partisipatif
Gunakan metode yang melibatkan
peserta secara aktif, seperti diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, atau
praktik langsung. Pendekatan partisipatif membuat proses belajar lebih hidup
dan bermakna. Tutor berperan sebagai fasilitator yang menuntun peserta
menemukan solusi bersama.
5. Merancang Evaluasi yang
Reflektif
Evaluasi tidak hanya mengukur
hasil, tetapi juga proses. Gunakan teknik refleksi, wawancara, atau jurnal
belajar untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Evaluasi yang
reflektif membantu tutor memahami sejauh mana program berdampak pada masyarakat.
6. Menyusun Rencana Tindak
Lanjut
Program yang baik selalu memiliki
keberlanjutan. Tutor perlu merancang kegiatan lanjutan seperti pendampingan,
pelatihan lanjutan, atau pembentukan kelompok belajar baru. Keberlanjutan
memastikan hasil pembelajaran tetap tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
Program berbasis kebutuhan
masyarakat mencerminkan semangat PLS yang adaptif dan humanistik. Proses ini
bukan sekadar teknis, melainkan bentuk penghargaan terhadap pengalaman dan
aspirasi warga belajar.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF