Literasi Digital Orang Tua di Tengah Tantangan Sekolah Daring
Pls.unesa.ac.id – 11/01/2026
Perubahan sistem pembelajaran ke arah digital menuntut peran orang tua yang semakin aktif dalam mendampingi anak. Banyak orang tua harus belajar kembali agar mampu mendukung proses belajar anak di rumah. Fenomena ini menjadi perhatian mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya dalam mengkaji literasi digital keluarga.
Hasil kajian menunjukkan bahwa keterbatasan literasi digital orang tua sering kali menjadi hambatan dalam pendampingan belajar anak. Namun, melalui program pendidikan nonformal berbasis keluarga, orang tua mulai mengembangkan kemampuan dasar penggunaan teknologi pembelajaran.
Dalam wawancara, seorang orang tua menyampaikan bahwa, “Awalnya bingung menggunakan aplikasi belajar, tapi setelah didampingi, saya jadi lebih percaya diri membantu anak.” Hal ini menunjukkan bahwa literasi digital keluarga dapat ditingkatkan melalui pendekatan yang tepat.
Dari sudut pandang Pendidikan Luar Sekolah, literasi digital orang tua merupakan bagian dari pendidikan keluarga. Mahasiswa mencatat bahwa pendampingan berbasis komunitas lebih efektif dibandingkan pelatihan formal yang bersifat teknis semata.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital orang tua berdampak positif terhadap motivasi belajar anak. Hubungan belajar antara orang tua dan anak menjadi lebih kolaboratif.
Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan waktu dan akses perangkat masih perlu diatasi. Oleh karena itu, program literasi digital keluarga perlu dirancang fleksibel dan berkelanjutan.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal berperan penting dalam memperkuat literasi digital keluarga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan anak.