Membangun Literasi Digital dalam Pendidikan Luar Sekolah
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Literasi digital menjadi keterampilan penting di era masyarakat informasi. Kemampuan memahami, menilai, dan memanfaatkan teknologi secara cerdas menentukan kualitas partisipasi seseorang dalam kehidupan sosial dan ekonomi modern. Pendidikan luar sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk membantu masyarakat menguasai keterampilan ini.
Paul Gilster (1997)
memperkenalkan konsep digital literacy sebagai kemampuan memahami dan
menggunakan informasi dalam berbagai bentuk digital. Literasi digital bukan
sekadar kemampuan teknis menggunakan perangkat, tetapi juga kemampuan berpikir
kritis terhadap informasi yang diterima dan dibagikan.
Pendidik masyarakat perlu
menanamkan kesadaran bahwa teknologi adalah alat pemberdayaan, bukan pengganti
manusia. Warga belajar perlu memahami cara mencari informasi yang valid,
menghindari hoaks, dan menggunakan media sosial secara produktif. Proses belajar
dapat dilakukan melalui diskusi, simulasi, atau proyek komunitas yang berbasis
teknologi sederhana.
UNESCO (2021) menegaskan bahwa
literasi digital mencakup empat dimensi utama: akses, analisis, evaluasi, dan
penciptaan konten digital secara etis.
Pendidikan luar sekolah dapat
mengintegrasikan literasi digital dalam berbagai kegiatan pemberdayaan.
Misalnya, kelompok perempuan belajar menggunakan media sosial untuk memasarkan
produk lokal, atau remaja desa mengembangkan konten edukatif yang mempromosikan
budaya daerah.
Tutor berperan penting dalam
menuntun warga belajar agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga
produsen pengetahuan. Pendekatan partisipatif membuat peserta lebih percaya
diri untuk bereksperimen dengan alat digital sesuai dengan kebutuhan mereka.
Membangun literasi digital
berarti membangun kesadaran baru tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan
dunia digital. Pendidikan luar sekolah menjadi jembatan antara teknologi dan
kemanusiaan, memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk
beradaptasi dan berkembang di era 5.0.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF