Mendidik di Luar Sekolah: Tantangan dan Peluang di Era Society 5.0
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Mendidik di luar sekolah berarti mendidik manusia dalam konteks kehidupan nyata. Proses ini tidak hanya menyalurkan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran, keterampilan, dan tanggung jawab sosial. Masyarakat menjadi ruang belajar yang dinamis, tempat setiap individu dapat berkembang sesuai kebutuhan dan potensinya.
Pendidikan Luar Sekolah (PLS)
memiliki posisi strategis di tengah perubahan besar era Society 5.0. Era
ini menuntut keseimbangan antara teknologi dan nilai kemanusiaan. Pendidik
masyarakat ditantang untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kontekstual,
dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan luar sekolah harus
mampu membaca kebutuhan masyarakat sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai
mitra belajar,” ungkap salah satu dosen S2 PLS UNESA.
Transformasi digital membuka
peluang baru bagi dunia pendidikan. Pembelajaran daring, komunitas belajar
virtual, dan sumber belajar terbuka memperluas akses bagi masyarakat. Tutor dan
fasilitator PLS dapat menggunakan teknologi untuk memperkuat komunikasi,
memperkaya media belajar, dan memperluas jangkauan program.
Setiap peluang selalu diiringi
tantangan. Tidak semua masyarakat memiliki literasi digital yang memadai. Akses
internet masih timpang di berbagai wilayah. Pendidik masyarakat harus kreatif
mencari strategi agar proses belajar tetap berjalan, baik secara daring maupun
tatap muka. Prinsip fleksibilitas menjadi kunci keberhasilan pembelajaran luar
sekolah.
Pendidikan luar sekolah berperan
penting dalam membentuk karakter masyarakat digital yang kritis, beretika, dan
berdaya. Nilai-nilai seperti empati, solidaritas, dan kolaborasi perlu hadir
dalam setiap proses pembelajaran. Teknologi seharusnya memperkuat nilai
kemanusiaan, bukan menggantikannya.
Pendidik luar sekolah memiliki
peran besar dalam membangun keseimbangan antara kecakapan teknologi dan
kematangan sosial. Pembelajaran yang hidup, relevan, dan bermakna akan
menumbuhkan masyarakat pembelajar sejati di era Society 5.0.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF