Restrukturisasi Kurikulum S2 PLS Unesa
Surabaya — Program Studi Magister Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tengah melakukan langkah strategis dalam upaya meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan melalui kegiatan restrukturisasi kurikulum. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen akademik S2 PLS Unesa untuk menjawab tantangan zaman, kebutuhan lapangan kerja, serta tuntutan masyarakat yang semakin dinamis.
Dalam proses restrukturisasi ini, Prodi S2 PLS Unesa secara aktif melibatkan tiga elemen penting, yaitu Dinas Pendidikan, Lembaga Pengguna Lulusan, dan Masyarakat. Ketiganya diundang untuk berdiskusi dan memberikan masukan dalam forum analisis kebutuhan kurikulum yang dilaksanakan pada [tanggal/lokasi kegiatan].
Menurut Ketua Program Studi S2 PLS Unesa Dr. Wiwin Yulianingsih, M.Pd., keterlibatan ketiga pihak ini menjadi sangat krusial. “Kami ingin memastikan bahwa kurikulum yang kami rancang tidak hanya selaras dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan institusi pengguna, tetapi juga relevan dengan realita sosial dan kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Dinas Pendidikan memberikan perspektif kebijakan dan arah pembangunan pendidikan nonformal di daerah, sementara lembaga pengguna lulusan — yang terdiri dari LSM, industri pendidikan, dan organisasi masyarakat — menyampaikan ekspektasi dunia kerja terhadap kompetensi lulusan. Adapun perwakilan masyarakat memberikan pandangan kontekstual terhadap kebutuhan pendidikan luar sekolah yang aktual dan mendesak.
Langkah ini juga bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan teknologi, inovasi pembelajaran, dan peluang kerja baru yang muncul di era digital. Dengan pendekatan kolaboratif ini, Prodi S2 PLS Unesa berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Restrukturisasi kurikulum ini dijadwalkan rampung dalam beberapa bulan ke depan dan akan mulai diimplementasikan pada tahun akademik berikutnya.