Mengapa Pendidikan Luar Sekolah Tetap Relevan di Era Digital
Surabaya, S2 Pendidikan Luar
Sekolah UNESA — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan
digitalisasi pendidikan, banyak pihak bertanya-tanya: apakah pendidikan
luar sekolah (PLS) masih dibutuhkan? Nyatanya, PLS justru menjadi
salah satu pilar penting dalam menjembatani kesenjangan belajar yang tidak
dapat dijangkau oleh sistem pendidikan formal.
Era digital memang membawa
kemudahan dalam akses informasi dan pembelajaran. Namun, tidak semua lapisan
masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkannya. Di sinilah
peran strategis pendidikan luar sekolah hadir: menciptakan ruang belajar alternatif
yang fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Pendidikan luar sekolah bukan
sekadar pelengkap pendidikan formal, tetapi merupakan wahana pemberdayaan
masyarakat yang sesungguhnya,” ujar salah satu dosen PLS UNESA dalam sebuah
diskusi akademik.
Melalui pendekatan berbasis
komunitas, PLS berperan mengembangkan potensi masyarakat—baik dalam bidang
ekonomi, sosial, maupun budaya. Program-program seperti pelatihan keterampilan,
pemberdayaan perempuan, hingga literasi digital menjadi contoh nyata bagaimana
pendidikan dapat hidup dan berakar di tengah masyarakat.
Dalam konteks Era Society
5.0, di mana manusia dan teknologi saling berkolaborasi, PLS memiliki misi
yang lebih luas: menumbuhkan kecakapan adaptif, kemandirian belajar, serta
kesadaran sosial. Pembelajaran yang humanis dan berbasis pengalaman menjadi
ciri khas yang tak tergantikan oleh sistem otomatisasi digital.
Lebih dari itu, PLS juga
mengajarkan nilai solidaritas, empati, dan semangat gotong royong yang kini
semakin dibutuhkan di era modern. Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu,
tetapi proses membangun manusia yang utuh dan berdaya.
Dengan demikian, relevansi
PLS justru semakin menguat di era digital. Ketika teknologi canggih belum
tentu menjangkau semua orang, pendidikan luar sekolah hadir sebagai jembatan
untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses belajar
sepanjang hayat.
Penulis: Tim Redaksi
S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF