Menumbuhkan Semangat Belajar di Komunitas: Strategi dan Pendekatan PLS
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Komunitas belajar menjadi jantung dari proses pendidikan luar sekolah. Setiap kelompok masyarakat memiliki potensi besar untuk tumbuh ketika semangat belajar hadir di dalamnya. Pendidik masyarakat berperan penting menumbuhkan motivasi dan menciptakan suasana belajar yang hidup.
Semangat belajar tumbuh ketika
warga merasa dihargai dan dilibatkan. Proses pembelajaran harus dimulai dari
kebutuhan nyata yang mereka rasakan. Pendekatan partisipatif membuat warga
merasa memiliki program belajar tersebut. Perasaan memiliki menjadi dasar dari
komitmen untuk terus belajar.
Paulo Freire (1970) menegaskan
bahwa pendidikan sejati adalah proses memanusiakan manusia melalui dialog dan
kesadaran kritis.
Prinsip tersebut menjadi dasar
penting dalam membangun semangat belajar di komunitas. Dialog antara tutor dan
warga belajar menciptakan ruang refleksi yang mendorong kesadaran baru. Ketika
warga merasa terlibat dan dihormati, motivasi intrinsik untuk belajar tumbuh
secara alami.
Strategi pertama yang efektif
adalah membangun hubungan personal antara tutor dan warga belajar.
Keakraban membuka ruang komunikasi yang jujur dan terbuka. Tutor dapat memahami
tantangan yang dihadapi warga dan membantu mereka menemukan solusi secara
bersama.
Strategi kedua adalah
menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual. Pembelajaran yang
dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari akan terasa lebih bermakna. Materi tidak
perlu rumit, cukup relevan dan aplikatif. Misalnya, pelatihan literasi keuangan
untuk kelompok ibu rumah tangga atau kelas keterampilan digital untuk remaja
desa.
Strategi ketiga adalah
menumbuhkan budaya apresiasi. Setiap pencapaian, sekecil apa pun, perlu
diakui dan dirayakan. Penghargaan sederhana meningkatkan rasa percaya diri dan
memperkuat keinginan untuk terus belajar.
Tutor dan fasilitator PLS perlu
memandang pembelajaran sebagai proses sosial, bukan sekadar transfer
pengetahuan. Setiap warga belajar memiliki cerita, latar belakang, dan potensi
yang dapat memperkaya proses belajar bersama.
Komunitas yang belajar adalah
komunitas yang berkembang. Ketika semangat belajar hidup di tengah masyarakat,
perubahan sosial akan tumbuh dari bawah. Pendidikan luar sekolah hadir sebagai
sarana membangun kepercayaan diri, solidaritas, dan kemandirian warga dalam
menghadapi tantangan zaman.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF