Pelatihan Berbasis Komunitas: Strategi Efektif Pemberdayaan Masyarakat
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Pelatihan berbasis komunitas menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Pendidikan luar sekolah menempatkan model ini sebagai jantung dari proses pemberdayaan. Ketika masyarakat menjadi bagian aktif dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pelatihan, hasilnya jauh lebih berkelanjutan.
Pendekatan community-based
learning menekankan pembelajaran yang berangkat dari potensi, kebutuhan,
dan pengalaman warga. Proses belajar tidak datang dari luar komunitas, tetapi
tumbuh dari dalam. Tutor berperan sebagai pendamping yang membantu masyarakat
menemukan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
Zimmerman (1995) menjelaskan
bahwa pemberdayaan mencakup tiga aspek: kontrol terhadap keputusan, kemampuan
berpikir kritis, dan partisipasi aktif dalam perubahan sosial. Pelatihan
berbasis komunitas menghadirkan ketiganya melalui keterlibatan langsung masyarakat
dalam setiap tahap program.
Warga belajar tidak hanya menjadi
penerima manfaat, tetapi juga aktor utama yang membentuk arah perubahan di
lingkungannya.
Contoh penerapan pelatihan
berbasis komunitas dapat ditemukan dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan
lokal, pengelolaan sampah berbasis warga, atau pengembangan koperasi perempuan.
Kegiatan ini memperkuat kemampuan teknis sekaligus menumbuhkan solidaritas
sosial.
Pelatihan yang efektif harus
bersifat adaptif dan kontekstual. Materi dan metode disusun berdasarkan hasil
pemetaan sosial yang akurat. Tutor perlu menggunakan pendekatan partisipatif
seperti focus group discussion, studi kasus, dan simulasi untuk
memastikan warga benar-benar memahami materi secara aplikatif.
Ketika pelatihan dijalankan
dengan pendekatan komunitas, hasilnya tidak berhenti pada peningkatan
keterampilan individu, tetapi berlanjut pada penguatan jaringan sosial dan
ekonomi masyarakat. Pendidikan luar sekolah membuktikan bahwa pemberdayaan
tidak datang dari luar, melainkan tumbuh dari kesadaran dan partisipasi warga
sendiri.
Pelatihan berbasis komunitas
bukan hanya proses belajar, tetapi gerakan sosial yang menumbuhkan kemandirian
dan kepercayaan diri kolektif. Inilah esensi pendidikan luar sekolah yang
sesungguhnya: mengubah masyarakat dari penerima bantuan menjadi pencipta
perubahan.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF