Pemuda, Kopi, dan Ruang Belajar Alternatif
Pls.unesa.ac.id – 08/02/2026
Perkembangan gaya hidup pemuda menghadirkan ruang-ruang baru yang berpotensi menjadi tempat belajar alternatif. Kedai kopi, yang awalnya berfungsi sebagai ruang rekreasi, kini berkembang menjadi tempat diskusi, berbagi ide, dan pengembangan kapasitas pemuda. Fenomena ini dikaji oleh mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya sebagai bentuk pendidikan nonformal berbasis minat generasi muda.
Hasil kajian menunjukkan bahwa suasana santai di kedai kopi mendorong pemuda untuk lebih terbuka dalam berdiskusi. Topik yang dibahas pun beragam, mulai dari kewirausahaan, isu sosial, hingga pengembangan diri. Ruang ini menjadi sarana belajar yang tidak formal, tetapi bermakna.
Dalam wawancara, salah satu pemuda komunitas menyampaikan bahwa, “Diskusi di luar ruang kelas membuat kami lebih berani menyampaikan pendapat dan belajar dari pengalaman teman.” Hal ini menunjukkan bahwa ruang belajar alternatif dapat meningkatkan partisipasi aktif pemuda.
Dari perspektif Pendidikan Luar Sekolah, praktik ini mencerminkan pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman. Mahasiswa mencatat bahwa pendidikan nonformal perlu hadir di ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan pemuda agar proses belajar berlangsung secara alami.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa ruang belajar alternatif berkontribusi pada penguatan jejaring sosial pemuda. Interaksi yang terbangun mendorong kolaborasi dan tumbuhnya inisiatif bersama.
Namun demikian, diperlukan pendampingan agar diskusi tetap memiliki nilai edukatif dan tidak sekadar menjadi aktivitas sosial biasa. Peran fasilitator komunitas menjadi penting dalam mengarahkan proses belajar.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki fleksibilitas tinggi dalam memanfaatkan ruang-ruang sosial sebagai media pembelajaran pemuda.