Penguatan Kapasitas Tutor Profesional dalam Pendidikan Nonformal
Pls.unesa.ac.id – 10/11/2025
Tutor merupakan aktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan nonformal. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), tutor tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator pembelajaran, pendamping warga belajar, serta agen perubahan sosial di masyarakat. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap penguatan kapasitas tutor profesional dalam pendidikan nonformal.
Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas tutor sangat menentukan efektivitas pembelajaran pendidikan masyarakat. Tutor yang memiliki kompetensi pedagogis, sosial, dan profesional mampu menciptakan proses belajar yang partisipatif dan kontekstual. Sebaliknya, keterbatasan kapasitas tutor sering kali berdampak pada rendahnya motivasi dan keberlanjutan partisipasi warga belajar.
Dalam wawancara, Kepala PKBM “Bina Karya Mandiri”, Bapak Wahyudi, menyampaikan bahwa, “PKBM yang kuat bergantung pada kualitas tutornya. Tutor harus memahami kebutuhan warga belajar, bukan hanya menguasai materi.” Pernyataan ini menegaskan bahwa profesionalisme tutor tidak dapat dipisahkan dari pemahaman konteks sosial dan karakteristik warga belajar dewasa.
Dari perspektif pendidikan nonformal, penguatan kapasitas tutor mencakup pemahaman prinsip andragogi, kemampuan merancang pembelajaran kontekstual, serta keterampilan komunikasi yang dialogis. Mahasiswa mencatat bahwa tutor yang mampu mengaitkan materi dengan pengalaman hidup warga belajar lebih mudah membangun kepercayaan dan suasana belajar yang setara.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas tutor berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan nonformal. Warga belajar merasa lebih dihargai, aktif berpartisipasi, dan mampu merefleksikan proses belajarnya. Tutor profesional berperan penting dalam menjadikan pendidikan nonformal sebagai ruang pemberdayaan, bukan sekadar pemenuhan program.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa penguatan kapasitas tutor masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pelatihan berkelanjutan, minimnya forum berbagi praktik baik, serta beban kerja tutor yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pengembangan profesional tutor perlu dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam penguatan kapasitas tutor pendidikan nonformal, antara lain:
1). peningkatan pemahaman andragogi dan karakteristik warga belajar dewasa.
2). pelatihan perancangan pembelajaran kontekstual.
3). penguatan keterampilan komunikasi dan fasilitasi.
4). pendampingan dan refleksi praktik pembelajaran.
5). dukungan kelembagaan terhadap pengembangan profesional tutor.
Kajian ini menegaskan bahwa tutor profesional merupakan fondasi utama dalam keberhasilan pendidikan nonformal. Pendidikan Luar Sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan dan mengembangkan tutor yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial masyarakat. Dengan tutor yang profesional, pendidikan nonformal dapat berfungsi optimal sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat.