Penguatan Literasi Keluarga sebagai Fondasi Pendidikan Anak
Pls.unesa.ac.id – 02/12/2025
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), literasi keluarga dipandang sebagai fondasi penting dalam mendukung perkembangan pendidikan anak secara berkelanjutan. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap peran literasi keluarga dalam memperkuat kualitas pendidikan anak di lingkungan masyarakat.
Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat literasi keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap kebiasaan belajar dan perkembangan karakter anak. Keluarga yang terbiasa dengan aktivitas membaca, berdiskusi, dan mendampingi proses belajar anak cenderung mampu menciptakan iklim belajar yang positif di rumah. Sebaliknya, keterbatasan literasi orang tua sering kali menjadi hambatan tidak langsung dalam perkembangan pendidikan anak.
Dalam wawancara, salah satu orang tua peserta program literasi keluarga menyampaikan bahwa, “Setelah kami dibiasakan membaca bersama anak di rumah, komunikasi menjadi lebih terbuka dan anak lebih semangat belajar.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa literasi keluarga tidak hanya berdampak pada kemampuan akademik anak, tetapi juga pada kualitas hubungan dalam keluarga.
Dari perspektif pendidikan nonformal, program literasi keluarga berperan sebagai jembatan antara pendidikan sekolah dan lingkungan rumah. Mahasiswa mencatat bahwa kegiatan seperti kelas parenting, pendampingan orang tua, dan pojok baca keluarga menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran orang tua akan peran edukatif mereka. Pendekatan ini menempatkan orang tua sebagai mitra aktif dalam proses pendidikan anak.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa literasi keluarga berkontribusi pada pencegahan ketimpangan pendidikan sejak dini. Anak-anak dari keluarga dengan tingkat literasi yang baik memiliki kesiapan belajar yang lebih tinggi ketika memasuki pendidikan formal. Dengan demikian, literasi keluarga menjadi bagian penting dari upaya membangun pendidikan yang adil dan inklusif.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa pelaksanaan program literasi keluarga masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan waktu orang tua, rendahnya kesadaran awal, serta minimnya akses bahan bacaan yang sesuai. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari PKBM, sekolah, dan pemerintah desa untuk memperluas jangkauan program literasi keluarga.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam penguatan literasi keluarga, antara lain:
1). peningkatan kesadaran orang tua terhadap peran edukatif keluarga.
2). penyediaan bahan bacaan yang mudah diakses dan relevan.
3). pendampingan berkelanjutan bagi keluarga.
4). kolaborasi antara PKBM, sekolah, dan komunitas.
5). integrasi literasi keluarga dalam program pendidikan masyarakat.
Kajian ini menegaskan bahwa literasi keluarga merupakan fondasi strategis dalam mendukung pendidikan anak. Pendidikan Luar Sekolah memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas keluarga sebagai lingkungan belajar utama, sehingga pendidikan anak dapat berlangsung secara holistik dan berkelanjutan.