Peran Pendidikan Nonformal dalam Mendorong Kemandirian Masyarakat Dewasa
Pls.unesa.ac.id – 20/12/2025
Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam mendukung proses belajar masyarakat dewasa yang tidak sepenuhnya terlayani oleh pendidikan formal. Dalam perspektif Pendidikan Luar Sekolah (PLS), pendidikan nonformal tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kemandirian individu dan komunitas. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap kontribusi pendidikan nonformal dalam mendorong kemandirian masyarakat dewasa.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nonformal menjadi ruang belajar yang fleksibel dan adaptif bagi masyarakat dewasa dengan latar belakang sosial yang beragam. Program seperti pendidikan kesetaraan, pelatihan keterampilan, literasi keuangan, dan kewirausahaan memungkinkan warga belajar mengembangkan kapasitas diri sesuai kebutuhan hidup mereka. Fleksibilitas inilah yang menjadikan pendidikan nonformal relevan dan berdaya guna.
Dalam wawancara, salah satu warga belajar program pendidikan nonformal menyampaikan bahwa, “Belajar di sini tidak membuat kami merasa tertinggal. Justru kami belajar hal-hal yang langsung bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal berkontribusi langsung terhadap peningkatan rasa percaya diri dan kemandirian warga belajar dewasa.
Dari perspektif pendidikan nonformal, kemandirian masyarakat dewasa dibangun melalui pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif. Mahasiswa mencatat bahwa pendekatan andragogi, diskusi berbasis pengalaman, serta praktik langsung lebih efektif dibandingkan metode ceramah. Tutor dan fasilitator berperan sebagai pendamping yang mendorong warga belajar untuk mengenali potensi dan mengambil keputusan secara mandiri.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa pendidikan nonformal berkontribusi pada penguatan kemandirian sosial dan ekonomi. Warga belajar tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Hal ini memperkuat posisi pendidikan nonformal sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dewasa.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa penguatan kemandirian masyarakat dewasa melalui pendidikan nonformal masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pendampingan lanjutan dan keberlanjutan program. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kelembagaan dan dukungan kebijakan agar pendidikan nonformal dapat berjalan secara konsisten dan berdampak jangka panjang.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam mendorong kemandirian masyarakat dewasa melalui pendidikan nonformal, antara lain:
1). pembelajaran berbasis kebutuhan dan pengalaman warga belajar.
2). penerapan prinsip andragogi secara konsisten.
3). pendampingan berkelanjutan pascapelatihan.
4). penguatan kepercayaan diri dan kapasitas pengambilan keputusan.
5). sinergi antara pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan sosial.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran kunci dalam membangun masyarakat dewasa yang mandiri dan berdaya. Pendidikan Luar Sekolah berkontribusi secara nyata dalam memastikan bahwa proses belajar tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi berlanjut dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat.