Revitalisasi Program Kesetaraan di Era Digital
Pls.unesa.ac.id – 30/10/2025 – Program pendidikan kesetaraan memiliki peran penting dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Di era digital, program kesetaraan dituntut untuk beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), revitalisasi program kesetaraan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik layanan pendidikan nonformal. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap upaya revitalisasi program kesetaraan di era digital.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan fleksibilitas dan efektivitas pembelajaran dalam program kesetaraan. Penggunaan media digital, platform pembelajaran daring, serta materi berbasis visual membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah, terutama bagi warga belajar dewasa yang memiliki keterbatasan waktu dan mobilitas.
Dalam wawancara, salah satu tutor program kesetaraan menyampaikan bahwa, “Teknologi membantu kami menjangkau peserta yang sebelumnya sulit hadir secara rutin, tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.” Pernyataan ini menegaskan bahwa digitalisasi dapat menjadi solusi dalam memperluas akses pendidikan kesetaraan.
Dari perspektif pendidikan nonformal, revitalisasi program kesetaraan di era digital perlu tetap berlandaskan prinsip andragogi. Mahasiswa mencatat bahwa teknologi seharusnya menjadi alat pendukung, bukan pengganti interaksi belajar. Pendampingan tutor, diskusi, dan refleksi pengalaman tetap menjadi elemen penting dalam pembelajaran warga belajar.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa revitalisasi program kesetaraan berkontribusi pada peningkatan motivasi dan keberlanjutan belajar peserta. Warga belajar merasa proses pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan mereka, terutama ketika keterampilan digital juga diperkenalkan sebagai bagian dari kurikulum.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam digitalisasi program kesetaraan, seperti keterbatasan akses perangkat, rendahnya literasi digital peserta, dan kesiapan tutor. Oleh karena itu, revitalisasi program perlu disertai dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penyediaan sarana pendukung.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam revitalisasi program kesetaraan di era digital, antara lain:
1). integrasi teknologi digital dalam pembelajaran kesetaraan.
2). penguatan kompetensi digital tutor dan pengelola.
3). pengembangan modul pembelajaran yang kontekstual.
4). pendampingan belajar yang fleksibel dan berkelanjutan.
5). evaluasi program berbasis dampak pembelajaran.
Kajian ini menegaskan bahwa revitalisasi program kesetaraan merupakan langkah penting dalam menjaga relevansi pendidikan nonformal. Pendidikan Luar Sekolah berperan strategis dalam memastikan bahwa transformasi digital mampu meningkatkan kualitas dan akses pendidikan kesetaraan secara adil dan berkelanjutan.