Transformasi Peran Tutor dalam Pembelajaran Masyarakat Abad 21
Surabaya, S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA — Peran tutor dalam pendidikan masyarakat tidak lagi sebatas penyampai materi. Tutor kini bertransformasi menjadi fasilitator, motivator, dan inovator yang mendorong proses belajar sesuai dengan kebutuhan zaman. Pembelajaran di abad ke-21 menuntut tutor untuk berpikir kreatif, adaptif, dan kolaboratif.
Tutor memiliki tanggung jawab
besar dalam menghidupkan semangat belajar masyarakat. Setiap interaksi dengan
warga belajar harus membangun rasa percaya diri dan kemandirian. Tutor bukan
lagi pusat pengetahuan, tetapi pemandu yang menuntun peserta belajar menemukan
pengetahuan melalui pengalaman, diskusi, dan refleksi.
“Tutor adalah penggerak
perubahan. Ia membangun budaya belajar yang relevan dengan kehidupan
masyarakat,” ujar salah satu dosen S2 PLS UNESA.
Kemajuan teknologi memberi
peluang besar bagi tutor untuk memperkaya proses pembelajaran. Penggunaan media
digital, platform daring, dan sumber belajar terbuka memungkinkan tutor
menjangkau lebih banyak peserta. Pemanfaatan teknologi juga membantu tutor menyusun
materi yang menarik dan mudah dipahami.
Transformasi peran tutor tidak
berhenti pada penggunaan teknologi. Tutor abad ke-21 dituntut memiliki kepekaan
sosial. Setiap program belajar harus sesuai dengan karakter, budaya, dan
kebutuhan masyarakat. Pendekatan empatik dan humanis menjadikan pembelajaran
lebih bermakna serta berdampak pada perubahan perilaku warga belajar.
Profesionalitas tutor tumbuh
melalui refleksi dan pengembangan diri berkelanjutan. Tutor perlu terus
belajar, berdialog dengan sesama praktisi, dan memperkaya wawasan tentang
metode pembelajaran masyarakat. Semangat lifelong learning juga berlaku
bagi para tutor itu sendiri.
Tutor abad ke-21 hadir sebagai
agen pembaruan. Ia menggabungkan pengetahuan, teknologi, dan nilai kemanusiaan
dalam satu proses belajar yang hidup. Pendidikan masyarakat yang berkualitas
tumbuh dari tutor yang berdaya, berpikir terbuka, dan berkomitmen pada
perubahan positif.
Penulis: Tim Redaksi S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA
Editor: XYF