Belajar dari Musyawarah Warga sebagai Proses Pendidikan Sosial
Pls.unesa.ac.id – 04/01/2026
Musyawarah warga merupakan praktik sosial yang sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat. Di balik fungsi pengambilan keputusan, musyawarah juga menjadi ruang belajar kolektif yang kaya nilai pendidikan. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya mengkaji musyawarah warga sebagai bentuk pendidikan sosial berbasis komunitas.
Hasil kajian menunjukkan bahwa musyawarah warga mengajarkan keterampilan komunikasi, toleransi, dan pengambilan keputusan bersama. Proses ini mencerminkan pembelajaran sosial yang berlangsung secara alami dan partisipatif.
Dalam wawancara, salah satu tokoh masyarakat menyampaikan bahwa, “Lewat musyawarah, warga belajar mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa musyawarah memiliki nilai edukatif yang kuat.
Dari perspektif Pendidikan Luar Sekolah, musyawarah warga dapat dipahami sebagai bentuk pendidikan nonformal yang menumbuhkan kecakapan sosial dan demokratis. Mahasiswa mencatat bahwa proses ini relevan dengan tujuan pemberdayaan masyarakat.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran melalui musyawarah memperkuat kohesi sosial dan rasa memiliki terhadap keputusan bersama. Hal ini berdampak pada keberlanjutan partisipasi warga dalam pembangunan komunitas.
Namun demikian, diperlukan fasilitasi agar musyawarah berjalan inklusif dan tidak didominasi oleh kelompok tertentu. Peran fasilitator komunitas menjadi penting dalam menjaga kualitas proses belajar sosial.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal tidak selalu berbentuk kelas, tetapi hadir dalam praktik sosial masyarakat sehari-hari.