Gotong Royong sebagai Proses Belajar Kolektif Masyarakat
Pls.unesa.ac.id – 12/01/2026
Gotong royong merupakan praktik sosial yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di balik aktivitas kerja bersama, terdapat proses pembelajaran kolektif yang menanamkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Hal ini menjadi fokus kajian mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya.
Hasil kajian menunjukkan bahwa gotong royong menjadi media belajar nilai solidaritas, kerja sama, dan kepedulian sosial. Proses belajar berlangsung melalui keterlibatan langsung warga dalam kegiatan bersama.
Dalam wawancara, salah satu warga menyampaikan bahwa, “Dengan gotong royong, kami belajar saling membantu tanpa harus diminta.” Pernyataan ini mencerminkan internalisasi nilai sosial melalui praktik nyata.
Dari perspektif Pendidikan Luar Sekolah, gotong royong merupakan bentuk pendidikan sosial nonformal yang berkelanjutan. Mahasiswa mencatat bahwa pembelajaran berbasis praktik sosial lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa gotong royong memperkuat kohesi sosial dan rasa memiliki terhadap lingkungan.
Namun demikian, perubahan gaya hidup modern menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan budaya gotong royong. Oleh karena itu, revitalisasi nilai ini melalui pendidikan komunitas dinilai penting.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal berperan penting dalam menjaga dan mentransmisikan nilai sosial budaya masyarakat.