Belajar Menjaga Lingkungan melalui Aktivitas Bank Sampah
Pls.unesa.ac.id – 05/01/2026
Permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga, menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Bank sampah hadir sebagai inovasi sosial yang tidak hanya berfungsi mengelola sampah, tetapi juga sebagai ruang belajar masyarakat. Hal ini dikaji oleh mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya dalam konteks pendidikan lingkungan berbasis komunitas.
Hasil kajian menunjukkan bahwa bank sampah mendorong masyarakat belajar memilah sampah, memahami nilai ekonomi limbah, serta membangun kesadaran ekologis. Proses belajar berlangsung secara praktik langsung dan berkelanjutan.
Dalam wawancara, salah satu pengelola bank sampah menyampaikan bahwa, “Awalnya warga hanya setor sampah, lama-lama mereka paham bahwa sampah punya nilai dan harus dikelola dengan benar.” Pernyataan ini menunjukkan terjadinya proses belajar bertahap di masyarakat.
Dari perspektif Pendidikan Luar Sekolah, bank sampah merupakan bentuk pendidikan nonformal yang mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Mahasiswa mencatat bahwa pembelajaran berbasis aksi lebih efektif dalam membangun kesadaran lingkungan.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa aktivitas bank sampah memperkuat partisipasi warga dan rasa tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan sekitar.
Namun demikian, keberlanjutan program masih menghadapi tantangan berupa konsistensi partisipasi warga dan dukungan sarana. Oleh karena itu, penguatan pendampingan komunitas dinilai penting.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal berperan strategis dalam membangun perilaku ramah lingkungan melalui pembelajaran berbasis komunitas.