Menanamkan Nilai Karakter melalui Kegiatan Keagamaan Masyarakat
Pls.unesa.ac.id – 11/01/2026
Kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam pembentukan karakter warga. Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar nilai moral, sosial, dan spiritual. Hal tersebut dikaji oleh mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya dalam perspektif pendidikan karakter nonformal.
Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti pengajian, yasinan, dan kajian rutin mampu menanamkan nilai kejujuran, disiplin, kepedulian sosial, serta toleransi. Proses pembelajaran berlangsung secara informal melalui keteladanan dan interaksi sosial.
Dalam wawancara, salah satu tokoh masyarakat menyampaikan bahwa, “Melalui kegiatan keagamaan, warga tidak hanya belajar ibadah, tetapi juga belajar bersikap dan hidup bermasyarakat.” Pernyataan ini menunjukkan kuatnya dimensi edukatif dalam praktik keagamaan.
Dari perspektif Pendidikan Luar Sekolah, kegiatan keagamaan merupakan bentuk pendidikan karakter berbasis komunitas. Mahasiswa mencatat bahwa pembelajaran nilai lebih efektif ketika dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan memperkuat kohesi sosial dan rasa kebersamaan antarwarga. Nilai-nilai yang dipelajari menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Namun demikian, keberagaman latar belakang masyarakat menuntut pendekatan yang inklusif agar kegiatan keagamaan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter masyarakat melalui kegiatan keagamaan.