Desa Belajar sebagai Model Pendidikan Komunitas Berbasis Pemberdayaan
Pls.unesa.ac.id – 08/12/2025
Konsep desa belajar menjadi salah satu pendekatan strategis dalam pengembangan pendidikan komunitas berbasis kebutuhan lokal. Dalam perspektif Pendidikan Luar Sekolah (PLS), desa belajar tidak hanya dipahami sebagai lokasi kegiatan pendidikan, tetapi sebagai ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap implementasi desa belajar sebagai model pendidikan komunitas.
Hasil kajian menunjukkan bahwa desa belajar mampu menciptakan ruang belajar yang kontekstual dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan pendidikan tidak terbatas pada kelas formal, tetapi berlangsung di berbagai ruang komunitas, seperti balai desa, rumah warga, dan sentra kegiatan ekonomi. Pola ini memungkinkan masyarakat belajar sepanjang hayat sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Dalam wawancara, salah satu penggerak desa belajar menyampaikan bahwa, “Desa belajar berhasil ketika masyarakat merasa memiliki dan terlibat langsung dalam prosesnya.” Pernyataan ini menegaskan bahwa partisipasi masyarakat merupakan kunci keberhasilan desa belajar sebagai pendidikan komunitas berbasis pemberdayaan.
Dari perspektif pendidikan nonformal, desa belajar memadukan prinsip andragogi, pembelajaran kontekstual, dan pendekatan partisipatif. Mahasiswa mencatat bahwa program seperti kelas literasi, pelatihan keterampilan, penguatan UMKM desa, serta pelestarian budaya lokal mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas komunitas.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa desa belajar berkontribusi pada penguatan modal sosial masyarakat. Interaksi antargenerasi, kolaborasi antar kelompok warga, dan keterlibatan lembaga lokal memperkuat jejaring sosial yang mendukung keberlanjutan program pendidikan. Desa belajar menjadi ruang bersama untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh secara kolektif.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi tantangan dalam pengembangan desa belajar, seperti keterbatasan sumber daya, keberlanjutan pendampingan, dan perlunya sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, desa belajar memerlukan dukungan kebijakan, penguatan kapasitas pengelola, serta kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga terkait.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam pengembangan desa belajar, antara lain:
1). pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program.
2). pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar.
3). integrasi pendidikan, ekonomi, dan budaya.
4). pendampingan berkelanjutan oleh fasilitator.
5). penguatan jejaring dan kemitraan multipihak.
Kajian ini menegaskan bahwa desa belajar merupakan model pendidikan komunitas yang relevan dalam pengembangan pendidikan nonformal berbasis pemberdayaan. Pendidikan Luar Sekolah memiliki peran strategis dalam mendorong desa belajar sebagai ruang pembelajaran sepanjang hayat yang inklusif dan berkelanjutan.