Manajemen Program Pemberdayaan Pemuda
Pls.unesa.ac.id – 07/12/2025 – Pemuda merupakan aset strategis dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pengelolaan program pemberdayaan pemuda perlu dirancang secara sistematis dan kontekstual agar mampu menjawab kebutuhan serta potensi generasi muda. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), manajemen program pemberdayaan pemuda menjadi aspek penting dalam memastikan efektivitas dan keberlanjutan kegiatan pendidikan nonformal. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap manajemen program pemberdayaan pemuda di tingkat komunitas.
Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen program yang baik dimulai dari perencanaan berbasis kebutuhan pemuda. Program yang dirancang melalui pemetaan minat, bakat, dan permasalahan pemuda cenderung lebih relevan dan mampu meningkatkan partisipasi aktif. Keterlibatan pemuda sejak tahap perencanaan juga memperkuat rasa memiliki terhadap program.
Dalam wawancara, salah satu pengelola program kepemudaan menyampaikan bahwa, “Program akan berjalan efektif ketika pemuda dilibatkan sebagai pelaku utama, bukan hanya sebagai peserta.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam manajemen program pemberdayaan pemuda.
Dari perspektif pendidikan nonformal, manajemen program pemberdayaan pemuda mencakup pengorganisasian kegiatan belajar, pelaksanaan program yang fleksibel, serta evaluasi berbasis proses dan dampak. Mahasiswa mencatat bahwa pelatihan keterampilan, kegiatan kewirausahaan, dan penguatan kepemimpinan menjadi bentuk program yang efektif dalam mengembangkan kapasitas pemuda.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa manajemen program yang terencana berkontribusi pada penguatan karakter dan kemandirian pemuda. Melalui program pemberdayaan, pemuda memperoleh ruang untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan sosial, serta membangun jejaring yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa program pemberdayaan pemuda masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pendanaan, rendahnya kesinambungan program, dan minimnya evaluasi berbasis data. Oleh karena itu, penguatan manajemen program menjadi kebutuhan utama dalam pemberdayaan pemuda.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam manajemen program pemberdayaan pemuda, antara lain:
1). perencanaan program berbasis kebutuhan dan potensi pemuda.
2). pelibatan pemuda dalam pengambilan keputusan.
3). pengelolaan sumber daya secara efektif.
4). pelaksanaan program yang fleksibel dan adaptif.
5). evaluasi program berbasis dampak jangka panjang.
Kajian ini menegaskan bahwa manajemen program pemberdayaan pemuda merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan Luar Sekolah berperan strategis dalam mendorong pemuda menjadi agen perubahan melalui program pendidikan nonformal yang terkelola secara profesional dan berkelanjutan.