Manajemen Program Pemberdayaan Pemuda Berbasis Pendidikan Nonformal
Pls.unesa.ac.id – 05/12/2025
Pemuda merupakan aset strategis dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), program pemberdayaan pemuda berbasis pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam mengembangkan kapasitas, kreativitas, dan kepemimpinan generasi muda. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap manajemen program pemberdayaan pemuda yang dilaksanakan melalui lembaga pendidikan masyarakat.
Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan pemuda sangat ditentukan oleh kualitas manajemen program. Program yang dirancang secara sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, cenderung mampu meningkatkan partisipasi dan keberlanjutan keterlibatan pemuda. Sebaliknya, program yang bersifat sporadis dan tidak berbasis kebutuhan sering kali kehilangan daya tarik bagi peserta.
Dalam wawancara, salah satu fasilitator program kepemudaan menyampaikan bahwa, “Pemuda akan terlibat aktif ketika program memberi ruang untuk berkreasi dan mengambil peran, bukan sekadar menjadi peserta pasif.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam pengelolaan program pemberdayaan pemuda.
Dari perspektif pendidikan nonformal, pemberdayaan pemuda harus dirancang sebagai proses pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Mahasiswa mencatat bahwa kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan pemuda, dan pengembangan komunitas kreatif mampu mendorong pemuda untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Tutor dan fasilitator berperan sebagai pendamping yang memfasilitasi proses belajar dan refleksi.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa manajemen program yang baik berkontribusi pada penguatan karakter dan kemandirian pemuda. Peserta program tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Hal ini memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan sosial bagi generasi muda.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi tantangan dalam pengelolaan program pemberdayaan pemuda, seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya kesinambungan pendampingan, serta kurangnya sinergi antar lembaga. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas manajerial lembaga penyelenggara program agar pemberdayaan pemuda dapat berjalan secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam manajemen program pemberdayaan pemuda, antara lain:
1). perencanaan program berbasis kebutuhan dan potensi pemuda;
2). pelibatan pemuda secara aktif dalam seluruh tahapan program;
3). pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual;
4). pendampingan berkelanjutan oleh fasilitator;
5). evaluasi program yang menekankan pada dampak sosial.
Kajian ini menegaskan bahwa manajemen program pemberdayaan pemuda berbasis pendidikan nonformal merupakan strategi penting dalam membangun generasi muda yang berdaya, mandiri, dan berkontribusi bagi masyarakat. Pendidikan Luar Sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa pemuda memperoleh ruang belajar yang relevan dan bermakna di luar jalur pendidikan formal.