Pemberdayaan Perempuan Berbasis Ekonomi Kreatif
Pls.unesa.ac.id – 21/09/2025 – Pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), program pemberdayaan perempuan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penguatan kapasitas sosial dan kepercayaan diri peserta. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap praktik pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif di tingkat komunitas.
Hasil kajian menunjukkan bahwa program ekonomi kreatif yang dirancang secara partisipatif mampu membuka ruang bagi perempuan untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya. Pelatihan keterampilan seperti pengolahan produk lokal, kerajinan tangan, dan usaha berbasis rumah tangga menjadi sarana bagi perempuan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat peran sosialnya di lingkungan masyarakat.
Dalam wawancara, salah satu peserta program pemberdayaan menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini bukan hanya soal belajar membuat produk, tetapi juga membangun keberanian untuk memulai usaha.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan psikologis dan sosial.
Dari perspektif pendidikan nonformal, pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif sejalan dengan prinsip andragogi dan pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa mencatat bahwa metode belajar praktik langsung, pendampingan usaha, dan diskusi kelompok menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan dan motivasi peserta.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa program ekonomi kreatif berkontribusi pada peningkatan kemandirian dan ketahanan ekonomi keluarga. Perempuan yang terlibat dalam program mulai memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung ekonomi rumah tangga, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses modal, pemasaran, dan keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, program pemberdayaan perlu diintegrasikan dengan pendampingan lanjutan dan penguatan jejaring usaha.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam penguatan pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif, antara lain:
1). pengembangan keterampilan sesuai potensi lokal.
2). pendampingan usaha secara berkelanjutan.
3). penguatan jejaring pemasaran dan kemitraan.
4). peningkatan literasi keuangan perempuan.
5). dukungan kebijakan dan kelembagaan.
Kajian ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari pendidikan nonformal yang berorientasi pada keadilan sosial. Pendidikan Luar Sekolah berperan strategis dalam mendorong perempuan menjadi aktor utama pembangunan ekonomi dan sosial di tingkat komunitas.