Pengembangan Desa Belajar sebagai Model Pendidikan Berbasis Komunitas
Pls.unesa.ac.id – 06/12/2025 – Desa belajar merupakan konsep pendidikan berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat desa sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi terintegrasi dengan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), pengembangan desa belajar menjadi model strategis dalam memperluas akses dan relevansi pendidikan nonformal. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap pengembangan desa belajar sebagai model pendidikan berbasis komunitas.
Hasil kajian menunjukkan bahwa desa belajar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif. Kegiatan belajar dirancang berdasarkan potensi lokal desa, seperti kearifan budaya, sumber daya alam, dan praktik ekonomi masyarakat. Pendekatan ini mendorong masyarakat untuk belajar dari lingkungan sekitarnya sekaligus mengembangkan kapasitas kolektif desa.
Dalam wawancara, salah satu penggerak desa belajar menyampaikan bahwa, “Desa belajar membuat masyarakat sadar bahwa belajar bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, tidak harus di ruang kelas.” Pernyataan ini menegaskan bahwa desa belajar memperluas makna pendidikan sebagai proses sosial yang berkelanjutan.
Dari perspektif pendidikan nonformal, desa belajar mencerminkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa mencatat bahwa keterlibatan warga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan belajar menjadi kunci keberhasilan model pendidikan berbasis komunitas ini.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa pengembangan desa belajar berkontribusi pada penguatan kohesi sosial dan kemandirian masyarakat. Melalui aktivitas belajar bersama, warga desa membangun solidaritas, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan solusi atas permasalahan lokal secara kolaboratif.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa pengembangan desa belajar masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan fasilitator, pendanaan, dan kesinambungan program. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pengelola dan dukungan kebijakan menjadi faktor penting dalam keberlanjutan desa belajar.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam pengembangan desa belajar sebagai model pendidikan berbasis komunitas, antara lain:
1). pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar.
2). pelibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan program.
3). penguatan peran fasilitator komunitas.
4). integrasi pendidikan dengan pembangunan desa.
5). evaluasi program berbasis dampak sosial.
Kajian ini menegaskan bahwa desa belajar merupakan model pendidikan berbasis komunitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan Luar Sekolah berperan strategis dalam mengembangkan dan menguatkan desa belajar sebagai ruang pembelajaran kolektif yang berkelanjutan.