Penguatan Literasi Keluarga untuk Mendukung Pendidikan Anak
Pls.unesa.ac.id – 07/12/2025 – Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Penguatan literasi keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak, khususnya pada masa awal perkembangan. Dalam konteks Pendidikan Luar Sekolah (PLS), program literasi keluarga berperan strategis dalam membangun budaya belajar di rumah. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap penguatan literasi keluarga dalam mendukung pendidikan anak di lingkungan masyarakat.
Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi keluarga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi numerasi, literasi digital, dan literasi pengasuhan. Keluarga yang memiliki kesadaran literasi yang baik cenderung lebih aktif mendampingi proses belajar anak dan menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah.
Dalam wawancara, salah satu orang tua peserta program literasi keluarga menyampaikan bahwa, “Kami menjadi lebih memahami cara mendampingi anak belajar, bukan hanya menyuruh mereka belajar.” Pernyataan ini menegaskan bahwa literasi keluarga berperan dalam meningkatkan kualitas interaksi belajar antara orang tua dan anak.
Dari perspektif pendidikan nonformal, penguatan literasi keluarga menuntut pendekatan edukatif yang kontekstual dan partisipatif. Mahasiswa mencatat bahwa kegiatan kelas parenting, diskusi kelompok orang tua, dan pendampingan berbasis komunitas menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan pemahaman keluarga tentang pendidikan anak.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa penguatan literasi keluarga berdampak positif terhadap perkembangan anak, baik secara akademik maupun sosial-emosional. Anak-anak yang mendapatkan dukungan literasi dari keluarga menunjukkan motivasi belajar yang lebih tinggi dan kemampuan beradaptasi yang lebih baik di lingkungan sekolah.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa program literasi keluarga masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan waktu orang tua, rendahnya kesadaran literasi, dan akses terhadap sumber belajar. Oleh karena itu, program literasi keluarga perlu dirancang secara fleksibel dan berkelanjutan sesuai dengan kondisi keluarga.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam penguatan literasi keluarga untuk mendukung pendidikan anak, antara lain:
1). peningkatan kesadaran literasi orang tua.
2). penyediaan sumber belajar yang mudah diakses.
3). pendampingan orang tua dalam pengasuhan edukatif.
4). penguatan kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan.
5). evaluasi program berbasis perubahan perilaku keluarga.
Kajian ini menegaskan bahwa literasi keluarga merupakan fondasi penting dalam mendukung pendidikan anak. Pendidikan Luar Sekolah memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas keluarga sebagai mitra utama dalam proses pendidikan anak.