Penguatan PKBM sebagai Pusat Belajar Sepanjang Hayat
Pls.unesa.ac.id – 09/12/2025
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya konsep belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat. Sebagai satuan pendidikan nonformal, PKBM tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara program kesetaraan, tetapi juga sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat lintas usia. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap upaya penguatan peran PKBM sebagai pusat belajar sepanjang hayat.
Hasil kajian menunjukkan bahwa PKBM yang berfungsi optimal mampu menjawab beragam kebutuhan belajar masyarakat, mulai dari pendidikan dasar, peningkatan keterampilan kerja, hingga pengembangan kapasitas sosial. Keberagaman program tersebut menjadikan PKBM sebagai simpul penting dalam sistem pendidikan nonformal yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sesi wawancara, Kepala PKBM “Bina Karya Mandiri”, Bapak Wahyudi, menyampaikan bahwa, “PKBM yang kuat adalah PKBM yang mampu membaca kebutuhan warganya, bukan sekadar menjalankan program standar.” Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan PKBM sangat ditentukan oleh kemampuannya beradaptasi dengan konteks dan kebutuhan lokal masyarakat.
Dari perspektif Pendidikan Luar Sekolah, penguatan PKBM sebagai pusat belajar sepanjang hayat sejalan dengan prinsip andragogi yang menempatkan warga belajar sebagai subjek aktif. Mahasiswa mencatat bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, dialog, dan pemecahan masalah nyata menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi dan keberlanjutan belajar warga.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa PKBM yang berfungsi sebagai pusat belajar sepanjang hayat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal. Warga belajar tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mengembangkan sikap percaya diri, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial.
Namun demikian, mahasiswa mengidentifikasi bahwa penguatan PKBM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, pendanaan, serta jejaring kemitraan. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan PKBM perlu didukung melalui peningkatan kapasitas pengelola, fasilitator, serta kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa poin penting dalam penguatan PKBM sebagai pusat belajar sepanjang hayat, antara lain:
1). pemetaan kebutuhan belajar masyarakat secara berkelanjutan.
2). diversifikasi program sesuai konteks lokal.
3). penguatan kapasitas pengelola dan tutor PKBM.
4). pengembangan kemitraan lintas sektor.
5). evaluasi program berbasis dampak pembelajaran masyarakat.
Kajian ini menegaskan bahwa PKBM memiliki peran sentral dalam mewujudkan pendidikan sepanjang hayat. Melalui penguatan kelembagaan dan program yang responsif, PKBM dapat menjadi ruang belajar masyarakat yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan Pendidikan Luar Sekolah.