Perpustakaan Desa sebagai Ruang Belajar Sepanjang Hayat
Pls.unesa.ac.id – 13/01/2026
Perpustakaan desa tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi ruang belajar dan interaksi sosial masyarakat. Fenomena ini dikaji oleh mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya dalam konteks penguatan pendidikan berbasis komunitas.
Hasil kajian menunjukkan bahwa perpustakaan desa dimanfaatkan sebagai ruang diskusi, kegiatan literasi, dan pelatihan keterampilan sederhana. Warga dari berbagai usia terlibat dalam aktivitas belajar yang bersifat inklusif.
Dalam wawancara, seorang pengelola perpustakaan desa menyampaikan bahwa, “Perpustakaan kami ingin menjadi tempat warga belajar bersama, bukan sekadar membaca buku.” Pernyataan ini menegaskan transformasi fungsi perpustakaan desa.
Dari perspektif Pendidikan Luar Sekolah, perpustakaan desa merupakan sarana strategis dalam mewujudkan pendidikan sepanjang hayat. Mahasiswa mencatat bahwa keberadaan ruang belajar yang dekat dengan masyarakat meningkatkan partisipasi warga.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa perpustakaan desa berkontribusi pada penguatan budaya literasi dan interaksi sosial. Proses belajar berlangsung secara informal dan berkelanjutan.
Namun demikian, pengembangan perpustakaan desa masih membutuhkan dukungan sumber daya dan peningkatan kapasitas pengelola.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal dapat tumbuh melalui penguatan fasilitas belajar berbasis komunitas.