PKBM sebagai Pusat Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Masyarakat
Pls.unesa.ac.id – 18/11/2025
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan institusi strategis dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Lebih dari sekadar tempat belajar, PKBM berperan sebagai ruang sosial yang mendorong peningkatan kapasitas individu dan komunitas, baik dari aspek pendidikan, sosial, maupun ekonomi. Mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya melakukan kajian reflektif terhadap peran PKBM dalam mengintegrasikan fungsi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa PKBM yang dikelola secara partisipatif mampu menjadi pusat penguatan modal sosial masyarakat. Melalui berbagai program seperti pendidikan kesetaraan, pelatihan keterampilan, literasi, dan kewirausahaan, PKBM menghadirkan proses belajar yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan warga. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi peserta.
Dalam wawancara, salah satu pengelola PKBM menyampaikan bahwa, “PKBM yang kuat adalah PKBM yang mampu membaca kebutuhan warganya, bukan sekadar menjalankan program standar.” Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan PKBM sangat bergantung pada kemampuan pengelola dalam melakukan pemetaan kebutuhan belajar masyarakat dan membangun program yang responsif terhadap konteks lokal.
Dari perspektif Pendidikan Luar Sekolah, PKBM berfungsi sebagai simpul pembelajaran komunitas yang memadukan pendekatan andragogi dan pemberdayaan. Mahasiswa mencatat bahwa program pelatihan keterampilan yang disertai pendampingan usaha, seperti menjahit, pengolahan pangan, dan pemasaran produk lokal, memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga peserta. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal memiliki kontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Kajian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak dalam penguatan peran PKBM. Kerja sama antara PKBM, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan dunia usaha dinilai mampu memperluas jangkauan program dan meningkatkan keberlanjutan kegiatan. Mahasiswa menemukan bahwa PKBM yang aktif membangun jejaring cenderung lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan sosial.
Berdasarkan hasil kajian, mahasiswa merumuskan beberapa prinsip penting dalam penguatan peran PKBM sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, yaitu:
1). pemetaan kebutuhan belajar masyarakat secara partisipatif.
2). integrasi program pendidikan dengan penguatan ekonomi lokal.
3). penerapan prinsip andragogi dalam seluruh proses pembelajaran.
4). pendampingan berkelanjutan pascapelatihan.
5). penguatan jejaring dan kolaborasi multipihak.
Kajian ini menegaskan bahwa PKBM memiliki posisi strategis dalam pembangunan masyarakat berbasis pendidikan. Melalui pengelolaan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan warga, PKBM dapat bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, Pendidikan Luar Sekolah berperan penting dalam memastikan bahwa pendidikan benar-benar menjadi alat perubahan sosial yang inklusif dan berkeadilan.